Mangaka Ini Kritik Cara Penerbit Jepang Menghadapi Pembajakan Manga

Tahun 2017, penjualan manga fisik kembali mencatatkan penurunan, angkanya juga lumayan besar: 12%. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh maraknya situs manga bajakan atau mangascan, namun mangaka Takashi Yoshida punya pendapat yang berbeda.

Dalam wawancaranya dengan Huffington Post, Yoshida mengatakan usaha penerbit untuk menutup situs pembajakan manga tidaklah efektif. Yoshida merasa penerbit melakukan sesuatu yang sia-sia dan gagal merespon pasar secara proaktif. “Sebelum mencoba menghancurkan situs versi (manga) bajakan, ada hal yang harusnya dilakukan,” ujarnya.

“Sebagai bisnis mereka harusnya berkompetisi untuk menang. Mengambil tindakan legal dan menutup situs (manga bajakan) adalah sesuatu yang sia-sia dan tidak produktif.”

Yoshida percaya bahwa langkah menutup situs manga bajakan tersebut tidaklah efektif, karena pada akhirnya konsumen akan mencari alternatif paling praktis dan sederhana untuk membaca manga, sesuatu yang mudah diberikan oleh penyedia situs manga bajakan atau mangascan.

Di Jepang, memproduksi dan mendistribusikan manga tanpa seizin penerbit adalah ilegal, namun membaca manga bajakan boleh dibilang legal.

“Situs pembajak itu ilegal, namun kupikir reaksi penerbit dan anggota industri penerbitan sangatlah buruk,” kata Yoshida.

Dia menginginkan para anggota industri utnuk mengevaluasi penyebab sebenarnya dari penurunan penjualan yang tengah terjadi. Yoshida menjelaskan bahwa situs penyedia manga bajakan memang tumbuh subur belakangan ini, namun penurunan penjualan telah terjadi semenjak tahun 2005.

Yoshida percaya masalah ini sebenarnya disebabkan oleh metode penjualan manga yang dilakukan oleh penerbit yang sudah ketinggalan jaman semenjak 20 tahun terakhir.

Mereka perlu mencari cara baru untuk membangun jembatan dengan pembaca dan menemukan cara baru untuk menghubungkan mereka dengan mangaka dan penerbit.

Yoshida merupakan mangaka unik, dimana dia memegang sepenuhnya hak cipta dari serial manga Yareta kamo Iinkai. Meskipun diterbitkan oleh Futabashia, Yoshida mengelola distribusi digital, adaptasi, dan penggunaan karyanya secara pribadi.

Dia percaya bahwa pengguna situs manga bajakan kebanyakan adalah fans manga dari luar Jepang. Upaya penerbit untuk menutup situs-situs itu hanya akan membuat penggemar di luar Jepang merasa dikucilkan.

Alasan utama industri manga akan runtuh bisa jadi disebabkan oleh kombinasi antara kegagal dalam menarik pembaca baru di Jepang dan mengacuhkan penggemar di luar Jepang.

Menurut Yoshida, solusi dari masalah ini adalah layanan untuk mengakses katalog manga online setelah membayar biaya tertentu. Situs tersebut memang sudah ada, namun dia merasa jumlah manga yang bisa dibaca sangatlah terbatas. Selain itu Yoshida juga merasa harga manga digital saat ini harus diturunkan.

Untuk meningkatkan penjualan manga fisik, Yoshida menyarankan penerbit untuk menghilangkan sampul plastik di toko. Dia percaya dengan mengizinkan calon pembeli untuk membaca manga, hal itu akan meningkatkan penjualan. Dia juga ingin penerbit ingin lebih selektif dalam memilih seri yang pantas dicetak dalam jumlah banyak.

Meskipun sudah memberikan banyak ide, dia tetap tidak yakin penerbit akan mengakomodirnya. Apa yang diucapkannya adalah ide-ide lama, dan sudah banyak orang yang mengatakannya, namun tidak ada perubahan apapun hingga saat ini.

Dia menambahkan bahwa dirinya merasa tidak punya hak untuk mengomentari maslaah di industri manga karena dia bukan bagian dari perusahaan penerbit. Bahkan dia ragu penerbit akan menanggapi rekomendasinya secara serius.

Sumber: ANN