8 Fakta Menarik Seputar Mangaka “One Piece” Eiichiro Oda

Rasanya hampir tidak ada penggemar manga yang tidak pernah mendengar One Piece. Manga yang berhasil mencetak rekor dunia ini merupakan hasil karya dari Eiichiro Oda.

Eiichiro Oda sepertinya memang ‘terlahir’ sebagai mangaka, bahkan dia pernah mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi mangaka semenjak usia 4 tahun agar terhindar dari “pekerjaan sesungguhan”.

Mangaka yang berhasil meraih beberapa penghargaan pada usia 17 tahun berkat karyanya yang berjudul Wanted! ini juga pernah menjadi asisten Nobuhiro Watsuki, mangaka Rurouni Kenshin.

Saat menjadi asisten Watsuki, Oda membuat sebuah one shot bertemakan bajak laut yang berjudul “Romance Dawn” dan diterbitkan di majalah Akamaru Jump serta Weekly Shounen Jump. Hingga akhirnya pada tahun 1997, dia mulai membuat One Piece.

Tidak hanya menjadi salah satu manga paling populer di Jepang, One Piece juga berhasil menjadi serial manga paling laris terjual sepanjang masa.

Meskipun tenar, seperti mangaka lainnya, kehidupan pribadi Eiichiro Oda jarang terekspos. Nah, untuk kamu yang ingin kenalan lebih dekat sama Oda-sensei, gak ada salahnya mengetahui 8 fakta menarik mangaka satu ini.

1. Oda menonton 3 film per hari di masa mudanya.

Karenanya gak heran kalau banyak barang-barang berkaitan dengan film di rumahnya, termasuk patung Terminator.

2. Oda tidak makan sama sekali menjelang deadline karena dapat membuatnya mengantuk.

Pada tahun 2015, dia mengatakan bahwa dirinya tidur pada pukul 2 pagi dan sudah bangun lagi pukul 5 pagi.

3. Ternyata kebanyakan editor Shueisha awalnya menolak serialisasi One Piece, kecuali Hisashi Sasaki, mantan kepala editor Shonen Jump.

Hisashi Sasaki, mantan kepala editor majalah Shonen Jump yang kini menjadi wakil direktur GLOBAL SHONENJUMP VIZ Media.

4. Editor Oda selalu memegang handphone di tangannya sewaktu tertidur karena Oda bisa marah ketika editor tidak menjawab panggilan teleponnya.

Bahkan salah seorang mantan editor One Piece, Naoki Kawashima pernah menceritakan bahwa Oda mengatakan kepadanya untuk “mati demi One Piece.” Kawashima mengenang hal itu sembari tertawa namun mengatakan bahwa kata-kata Oda menggerakkan hatinya.

5. Oda memperlihatkan senyum terbaiknya ketika menerima kue ulang tahun ke-20 One Piece dari keluarga dan teman-temannya.

6. Akhir-akhir ini Oda semakin jarang menggambar trivia seperti Pandaman karena ketajaman matanya semakin berkurang.

7. Shueisha mengizinkan Oda untuk lebih sering beristirahat. Dia bepergian ke luar negeri setidaknya sekali dalam setahun.

8. Oda berjanji kepada editornya bahwa dia akan membiayai keluarganya jika sang editor berhenti bekerja karena sakit atau cedera karena kebanyakan bekerja.

Trivia tambahan, dari tahun 1997 hingga sekarang, One Piece telah mengalami pergantian editor sebanyak 6 kali.