Pasar Cosplay, Game Dewasa dan Boys Love Mengalami Penurunan

Yano Resarch Institute baru saja merilis laporan mengenai pasar otaku di tahun 2017 pada hari Kamis lalu. Menurut laporan tersebut meskipun secara keseluruhan pasar otaku mengalami peningkatan, namun beberapa kategori malah mengalami penurunan.

Dilaporkan bawa pasar cosplay dan yang berkaitan mengalami penurunan pada tahun 2016. Dari sebelumnya yang mencapai 43,5 milyar Yen (sekitar 5,2 trilyun Rupiah) menjadi 39 milyar Yen (4,6 trilyun Rupiah) di 2016. Yano Research menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi lantaran terjadinya penurunan harga jual kostum cosplay.

Yano memproyeksikan bahwa penurunan akan terus terjadi dan memperkirakan bahwa pasar cosplay di Jepang pada tahun 2017 akan menjadi sekitar (4,2 trilyun Rupiah).

Pasar game dewasa dan game romantis juga mengalami penurunan serupa, dari 17,6 milyar Rupiah (2,1 trilyun Rupiah) di 2015 menjadi 16,8 milyar Yen (2 trilyun rupiah) di tahun 2016 untuk game dewasa. Sedangkan game romantis yang sebelumnya pada tahun 2015 nilai pasarnya mencapai 16,3 milyar Yen (1,95 trilyun Rupiah) turun menjadi 15 milyar Yen (1,8 trilyun Rupiah) pada tahun 2016.

Mereka menuliskan bahwa game yang ditujukan untuk perempuan sukses mendukung pasar game romantis, namun kompetisi dari sekian banyak judul, dan kemungkinan bahwa pasar sudah mencapai puncak jumlah pengguna, melemahkan pasar secara keseluruhan.

Penurunan nilai pasar juga terlihat pada pasar boys love yang pada tahun 2016 hanya bernilai sebesar 21,9 milyar Yen (sekitar 2,6 trilyun Rupiah), penurunan dari tahun 2015 yang mencapai 22 milyar Yen (sekitar 2,62 trilyun Rupiah). Yano Research menjelaskan bahwa pasar ini memiliki penggemar yang mendukungnya, namun penjualan buku dan drama CD mengalami perlambatan, dan penurunan harga dari buku digital membuat penurunan nilai.

Namun sebaliknya, pasar Idol mencatat pertumbuhan sebesar 2,6%, jika pada tahun 2015 pasar idol diperkirakan memiliki nilai 155 milyar Yen (sekitar 18,45 trilyun Rupiah), pada tahun 2016 ini nilainya mencapai 187 milyar Yen (sekitar 22 Trilyun rupiah).

Yano Research menjabarkan bahwa pasar idol tetap dikuasai oleh idol-idol ‘kawakan’ seperti Johnny’s dan AKB48, namun ada juga beberapa grup idol baru yang sukses melejit. Mereka memperkirakan akan ada pertumbuhan sebesar 12,3%, dengan nilai pasar diproyeksikan mencapai 210 milyar Yen (sekitar 25 trilyun rupiah).

Peningkatan juga terlihat pada pasar Vocaloid yang tumbuh 4,2%, dari 9,2 milyar Yen (1,095 trilyun Rupiah) pada 2015, menjadi 9,6 milyar Yen (1,142 trilyun Rupiah) pada tahun 2016. Selain itu, pasar doujinshi juga tumbuh dari 77,5 milyar Yen (9,2 trilyun Rupiah) menjadi 79.5 milyar Yen (9,5 trilyun Rupiah) di periode yang sama.

Sumber: ANN