Lonjakan Wisatawan Asing di Tokyo Jadi Ladang Emas Bagi Bisnis Esek-Esek

Di Jepang ada bisnis esek-esek yang dikenal dengan sebutan “Delivery Health,” dimana seseorang bisa menggunakan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan “kesehatan” seksualnya.

Dalam beberapa tahun belakangan, meningkatnya wisatawan yang datang ke Tokyo ternyata juga memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku bisnis itu. Khususnya bagi mereka yang menargetkan pelanggan yang berasal dari luar Jepang.

Menurut JNTO, jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang di tahun 2017 meningkat sebanyak 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Belum lagi negara matahari terbit ini juga tengah sibuk mempersiapkan Olimpiade yang akan digelar di Tokyo pada tahun 2020.

Berbicara pada Tokyo Reporter, seorang manajer layanan Delivery Health mengakui bahwa bisnisnya sedang meledak. “Kami mendapatkan pelanggan berduit dari Amerika Serikat, Eropa, Dubai, Hong Kong dan Singapura,” lanjutnya.

Kebanyakan bisnis esek-esek di Jepang biasanya enggan menerima pelanggan dari luar Jepang, namun ada juga yang sebaliknya.

Menurut sebuah penyedia layanan Delivery Health yang menerima pelanggan asing, kebanyakan dari mereka justru lebih ramah.

Masih manajer yang sama, dia mengungkapkan bagaimana pelanggan asing memperlakukan wanita yang bertugas sebagai terapis layaknya seorang dewi, menanyakan apakah dia merasa nyaman, bahkan menanyakan preferensi mereka terlebih dulu.

Hanya saja ketika mendapatkan pelanggan asing, penyedia Delivery Health harus terlebih dahulu menjelaskan mengenai ketentuan perundang-undangan anti prostitusi di Jepang yang melarang terjadinya ‘honban’ atau hubungan seksual secara penuh.

Undang-undang ini ‘mengizinkan’ layanan Delivery Health untuk memberikan layanan seksual selama tidak terjadi hubungan intim.

Dengan semakin dekatnya pagelaran Olimpiade Tokyo 2020, beberapa layanan Delivery Health juga bersiap untuk meningkatkan bisnisnya. “Aku punya beberapa ide,” ujar manajer layanan itu sambil tertawa.