Kontrakan Murah di Jepang, Hanya Untuk Pemberani

Terbatasnya lahan di Jepang menjadikan harga tempat tinggal disana sangatlah mahal, karenanya tidak mengherankan apabila harga sewa disana juga jauh lebih tinggi jika dibandingkan di Indonesia.

Jika kamu ingin menghemat uang saat tinggal di Jepang, dan mempunyai mental baja, tidak ada salahnya kamu mencari tempat tinggal dengan masa lalu yang ‘bermasalah’.

Di Jepang terdapat istilah Jiko Bukken yang menandakan kecelakaan pernah terjadi di tempat ini.

‘Kecelakaan’ yang dimaksud disini adalah kasus-kasus seperti, mati mendadak dan terjatuh dari tempat tinggi. Ada juga kasus dimana apartemen dimana seorang pekerja pernah mati saat sedang memperbaiki atau membersihkan apartemen.

Namun, bukan hanya itu, Jiko Bukken juga bisa saja menandakan bahwa tempat itu pernah dipakai sebagai tempat perekrutan organisasi mencurigakan; sekte kepercayaan atau kejahatan misalnya.

Jika kamu tidak mempermasalahkan kematian mendadak atau organisasi mencurigakan, ada kalanya hunian-hunian tersebut juga menjadi tempat ditemukannya mayat.

Tidak jarang juga hunian murah yang ditawarkan kepadamu merupakan tempat seseorang mati atau bunuh diri, dengan penjelasan yang lumayan menyeramkan, mulai dari mati ditusuk, mati karena kelaparan, mati kesepian, bunuh diri dengan cara lompat atau gantung diri.

Secara hukum, ketika kamu memutuskan untuk menyewa rumah di Jepang, agen real estate wajib menjelaskan kondisi mengenai rumah tersebut apabila ditanyakan. Namun, bersiaplah untuk mendapat jawaban yang tidak pasti.

Kalau kamu masih cukup berani, tidak mempermasalahkan ‘kecelakaan’ yang telah terjadi, selamat! Kamu sudah berhasil menemukan salah satu cara untuk menghemat pengeluaranmu selama tinggal di Jepang.

Sumber: Gaijinpot