Pemerintah Tokyo Ingin Hilangkan Semua Tiang Listrik di Kotanya

Meskipun merupakan sebuah kota modern, ternyata Tokyo masih kalah dibandingkan London dan Paris kalau soal tiang listrik. Karenanya dalam rangka menyambut Olimpiade 2020, pemerintah kota Tokyo berencana untuk menghilangkan semua tiang listrik di kotanya.

Saat ini di seluruh Jepang sendiri terdapat sekitar 35 juta tiang listrik, yang terbuat dari baja maupun kayu.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike yang sangat ingin rencana menghilangkan tiang listrik di Tokyo terwujud mengatakan bahwa selain mengganggu pemandangan, tiang listrik juga dapat menjadi sumber kecelakaan jika gempa bumi besar melanda Tokyo.

“Aku ingin mengurangi jumlah tiang listrik di Tokyo menjadi nol,” ujar Koike di hadapan perlemen pada bulan Desember. “Selain mudah jatuh dan menghalangi upaya penyelamatan di saat benca, mereka merusak pemandangan.”

Koike, yang pernah mengalami gempa bumi dengan skala 6,9 ritcher di Kobe pada 1995 yang menewaskan 6.000 orang, banyaknya tiang listrik yang rusak dan jatuh menghalangi kendaraan pemadam kebakaran yang lewat, menyebabkan api menyebar ke seluruh kota.

Sayangnya, rencana ini terhalang oleh masalah dana, lantaran untuk menghilangkan seluruh tiang listrik di kota metropolitan terbesar di dunia ini membutuhkan tidak kurang dari 6,8 miliar dolar AS, sekitar 91 triliun Rupiah.

“Meletakkan kabel di bawah tanah butuh biaya 10 kali lipat dibandingkan kabel di atas tanah,” ujar Makoto Imabeppu, seorang manajer di Tepco.

“Bukannya kami tidak setuju rencana pemerintah Tokyo,” ujar Kenichiro Matsui, juru bicara Tepco. “Tapi kami harus menemukan cara terbaik untuk melakukannya karena kami tidak punya dana yang tidak terbatas.”

Sumber: Bloomberg