Hal Positif dan Negatif Kalau Punya Orang Tua Yang Juga Otaku

Gak jauh berbeda dengan di Indonesia, dimana makin banyak otaku yang sudah menikah dan menjadi orang tua, di Jepang juga semakin banyak orang tua yang juga otaku.

Tentu saja hal yang mungkin masih cukup unik ini punya sisi positif dan negatif, hal ini dijelaskan dengan baik oleh @xamethyx lewat cuitannya:

Poin positif punya orang tua otaku:

  • Kamu gak perlu menyembunyikan barang-barang otaku milikmu.
  • Kamu sadar mereka gak bakal membuang barang-barang otaku milikmu ketika kamu lagi gak di rumah.
  • Kalau mau, kamu bisa menyarankan mereka untuk menonton serial yang kamu ikuti

Poin minus punya orang tua otaku

  • Ketika ibumu (di usia 50-an) mulai menyanyi ‘Bath time♪ Bath time♪ Bath tiiiime♪’ dan menirukan suara Index (tokoh utama To Aru Majutso no Index)

Kebanyakan netizen juga menyatakan lebih banyak hal positif yang mereka peroleh lantaran orang tua mereka juga adalah otaku, seperti:

“Kadang-kadang ketika orang tuaku lagi jalan-jalan dan mereka melihat figure karakter yang aku suka, mereka akan telepon aku dan mengatakan ‘Waifumu lagi diskon, cuma 500 Yen… Mau kita beliin gak?”

“Pada ulang tahunku yang ke-20 (usia dewasa secara legal di Jepang), mereka membelikanku game Nitro Plus ‘Hello World'”

“Ketika aku ke karaoke bersama orang tua, jadi seperti festival musik anime”

Namun tidak sedikit juga yang mengungkapkan sisi negatif dari para orang tua otaku ini.

“Bagus sih punya orang lain untuk urunan biaya barang-barang otaku dan semacamnya, tapi bingung juga ketika aku dan ayahku lagi nonton anime bareng dan dia terus-terusan berteriak bersama karakternya.”

“Ibuku (di usia 50-an) jadi otaku secara sembunyi, jadi dia sering memintaku ke toko untuk membeli barang dari Otomate (otome game), rada bikin malu.”

“Menyakitkan mendengar ayahku menirukan suara Rena Ryugu.”

“Seneng sih aku dan ibuku sama-sama suka anime, tapi semoga dia berhenti mencoba merubahku, anak laki-lakinya sendiri, jadi fujoshi.”

Tapi tetap saja, kebanyakan netizen Jepang merasa keren punya orang tua yang juga seorang otaku.

Sumber: SoraNews24