Mengenali Sistem Komite Dalam Produksi Anime

Drama Kemono Friends tengah memasuki babak baru, Kadokawa mengatakan bahwa mereka enggan berbicara banyak lantaran mereka hanya salah satu perusahaan dari banyak perusahaan lainnya yang terlibat dalam komite produksi anime ini. Bagi kalian yang mengikuti berita ini, dan kurang paham dengan sistem komite dalam produksi anime ini mungkin akan bertanya-tanya, sebenarnya apa sih komite produksi anime ini?

Secara sederhana, Komite Produksi merupakan kumpulan dari beberapa perusahaan yang mengucurkan dana agar anime yang kalian tonton dapat terwujud.

Sistem komite dibuat karena dua alasan utama: faktor resiko dan spesialisasi. Membuat anime membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika biaya tersebut ditanggung oleh beberapa perusahaan dan anime tersebut tidak sukses di pasaran, kerugian yang diterima oleh masing-masing perusahaan akan lebih kecil.

Sebaliknya, jika anime yang diproduksi oleh komite untung besar keuntungan ini akan dibagi ke masing-masing perusahaan yang menanamkan dananya. Besarannya bervariasi karena bisa saja sebuah perusahaan menanamkan modal lebih besar ketimbang perusahaan lainnya.

Selain itu, untuk membuat sebuah anime, atau adaptasi lannya membutuhkan spesialisasi tersendiri. Komite yang terdiri dari perusahaan penerbitan, musik, merchandising, dan periklanan tentunya akan lebih mudah membagi beban pekerjaan ke perusahaan yang memang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.

Saat ini, sebagian besar anime menggunakan sistem komite ini. Sangat sedikit anime yang dibuat tanpa menggunakan sistem komite, biasanya karena memang judulnya sudah populer, atau memang digarap oleh perusahaan yang punya uang berlimpah dari hasil gacha.


Yes, i’m looking at you Cygames.

Sayangnya, sistem komite ini dianggap tidak adil bagi pihak studio animasi. Karena umumnya studio animasi tidak memiliki kursi di komite, lantaran mereka tidak punya uang untuk diinvestasikan. Hal ini menyebabkan tidak sepeserpun keuntungan dari sebuah anime masuk ke kantong studio animasi, mereka hanya mendapatkan bayaran sesuai dengan biaya produksi saja.

Biaya yang kabarnya sering ditekan sedemikian rupa ini tampaknya yang menjadi penyebab rendahnya kesejahteraan para pegawai studio animasi.

Mantan direktur Gainax, Toshio Okada mengatakan bahwa sebenarnya ada peerusahaan China yang berani menginvestasikan dana ratusan milyar untuk memproduksi anime. Sayangnya sistem komite produksi anime yang ada saat ini enggan menerima uang sebesar itu.

Karena, layaknya pemegang saham mayoritas di sebuah perusahaan, perusahaan penyokong dana terbesar dalam komite produksi akan memiliki suara terbesar dan memegang kendali. Perusahaan-perusahaan Jepang yang terlibat dalam komite produksi tentu tidak rela kendalinya direbut, karenanya umumnya mereka membagi uang sebesar itu ke beberapa proyek.

Okada mengatakan bahwa kini sudah saatnya menggusur para orang-orang jadul dalam produksi komite anime dan menggantinya dengan sistem dimana studio animasi dan pihak terkait terhubung langsung dengan pihak investor besar.