4 Fakta Mengenai Kadokawa Yang Perlu Kamu Ketahui

Untuk kamu yang gemar mengikuti budaya pop Jepang, pasti sudah gak asing lagi dengan nama Kadokawa. Perusahaan ini memang sangat aktif dalam industri kreatif Jepang.

Setiap mengengar nama Kadokawa, yang pertama terlintas di benak semua otaku pasti light novel. Ya, perusahaan satu ini memang terkenal sebagai rajanya light novel Jepang.

Namun, kesuksesan Kadokawa bukan hanya light novel, masih banyak lini bisnis lainnya yang dijajaki perusahaan yang berdiri lebih dari separuh abad yang lalu ini.

Ingin tahu 4 fakta menarik tentang Kadokawa? Simak di bawah ini.

Berdiri Semenjak Tahun 1945

Kadokawa yang awalnya bernama Kadokawa Shoten didirikan oleh Genyoshi Kadokawa pada tanggal 10 November 1945. Pada awalnya perusahaan ini merupakan sebuah penerbitan, namun kini Kadokawa juga bergerak dibidang produksi film hingga game. Pada tahun 2015, perusahaan induk Kadokawa, Kadokawa Corporation melakukan merger dengan Dwango, perusahaan penyedia layanan teknologi yang terkenal lewat situs streaming Niconico Douga.

Penguasa Pasar Light Novel di Jepang

Bagi kalian yang gemar membaca light novel ataupun menonton anime yang diadaptasi dari light novel, pasti sudah gak asing lagi dengan beragam label buku terbitan Kadokawa. Kadokawa memang memiliki beragam label yang fokus menerbitkan light novel, mulai dari Kadokawa Sneaker Bunko, Dengeki Bunko, Fujimi Fantasia Bunko hingga MF Bunko J.

Menurut Asahi, pada tahun 2011 Kadokawa menguasai 48% pasar light novel di Jepang. Namun semenjak mengakuisisi Media Factory, Kadokawa berhasil menguasai lebih dari 50% pasar light novel di negara ini.

Penyelamat Industri Perfilman Jepang

Selain menguasai pasar light novel dan kuat di bidang penerbitan, Kadokawa juga terkenal sebagai perusahaan yang bergerak di industri perfilman Jepang. Bahkan Kadokawa terhitung sebagai pemain penting, perusahaan ini juga merupakan salah satu dari empat anggota Asosiasi Produser Gambar Bergerak Jepang.

Bahkan anak pendiri Kadokawa, Haruki Kadokawa pernah didaulat sebagai “Pria yang menyelamatkan industri perfilman Jepang,” lantaran berhasil mencegah dominasi film Hollywood di Jepang.

Direkturnya Pernah Dipenjara Karena Terlibat Peredaran Narkoba

Pada tahun 1993, Haruki Kadokawa yang saat itu masih menjabat sebagai Direktur Utama Kadokawa ditangkap polisi atas tuduhan terlibat perdagangan narkoba. Akibatnya dia harus mendekam di penjara selama empat tahun. Semenjak itu dia juga harus mengundurkan diri dari Kadokawa Shoten dan mendirikan perusahaan baru bernama Kadokawa Haruki Corporation.

Saat ini Haruhiko Kadokawa memang sudah tidak lagi menjabat posisi Direktur di Kadokawa. Sebagai gantinya, saudara kandungnya, Tsuyoshi Kadokawa kini menjabat sebagai chairman di Kadokawa dan perusahaan induk mereka, Kadokawa Dwango.