Mengapa Banyak Pasutri Jepang Yang Enggan Berhubungan Intim Setelah Menikah?

Menurut survei yang dilakukan oleh Japan Family Planning Association (JFPA) pada tahun 2014, dari 3.000 wanita dan pria berusia 16-49 tahun, 44,6% pasangan suami istri diketahui tidak melakukan hubungan intim lebih dari satu bulan.

Penyebabnya pun beragam, namun lebih dari 20% pria dan wanita Jepang menjawab bahwa mereka tidak melakukan hubungan intim setelah menikah dikarenakan terlalu sibuk dengan pekerjaan dan terlalu banyak masalah.

Jepang terkenal dengan budaya kerja yang keras. Belum lagi mereka tidak jarang harus menghabiskan banyak waktu untuk mencapai tempat kerja dan saat akan pulang ke rumah. Bagi para ibu rumah tangga, mereka disibukkan dengan mengurus anak dan rumah.

Alasan ini menjadi penyebab utama banyak pasangan suami istri di Jepang enggan berhubungan intim dan memilih untuk tidur atau beristirahat saja setelah menjalani hari yang sibuk.

Penyebab lainnya adalah setelah menjadi orang tua tidak sedikit pasangan suami istri yang tidak lagi memiliki gairah seksual terhadap pasangannya. Namun, ini bukan berarti mereka tidak saling mencintai lagi. Hanya saja kebanyakan dari mereka melihat pasangan mereka sebagai keluarga, ayah atau ibu dari anak mereka.

Namun, sebanyak 16,9% pria menjawab “alasan lain” sebagai penyebab mereka enggan berhubungan intim dengan istri. Alasan ini bervariasi, mulai dari karena mereka memiliki selingkuhan atau memilih untuk ‘jajan’. Beberapa pria Jepang yang disurvei juga mengatakan salah satu alasan mereka melakukan hal tersebut dikarenakan istri mereka pernah menolak untuk melakukan hubungan seksual, dan karenanya mereka merasa segan.

Hal ini ditambah parah mengingat pasangan suami istri Jepang biasanya saling diam saat merasa tidak nyama. Karenanya semakin sulit bagi keduanya untuk membicarakan tentang hubungan seksual.

Sumber: JFPA