4 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Soal Kepemilikan Mobil di Jepang

Banyak orang yang percaya bahwa memiliki mobil di Jepang itu merepotkan, lantaran biaya yang mahal dan transportasi publik yang sudah modern.

Tapi gak semua itu benar, karena toh Jepang merupakan negara peringkat ke-17 dari segi kepemilikan mobil. Ada sekitar 588 mobil per 1.000 orang di Jepang pada tahun 2010. Kebanyakan pemilik mobil ini adalah orang yang tinggal di kota-kota kecil, dimana transportasi publiknya tidak begitu mudah dicapai jika dibandingkan dengan di Tokyo atau kota-kota besar lainnya.

Soal biaya, memang ada yang mahal tapi ada juga yang biasa-biasa saja. Nah, biar kamu tahu lebih banyak, yuk simak 5 hal yang harus kamu ketahui soal kepemilikan mobil di Jepang

1. Harus Punya Garasi

Beberapa hari belakangan di Jakarta mencuat kembali peraturan yang mewajibkan pemilik mobil harus memiliki garasi. Ternyata peraturan serupa juga ada di Jepang.

Di negeri matahari terbit itu, pemilik mobil harus membuktikan bhawa dirinya memiliki garasi atau menyewa lahan parkir. Jika tidak, jangan harap plat nomor polisi akan dikeluarkan.

2. Biaya Parkir Mencekik

Lantaran terbatasnya lahan, tentu saja gak semua orang punya tempat tinggal yang memiliki garasi. Untungnya tersedia pilihan untuk menyewa lahan parkir.

Hanya saja, biaya yang dibutuhkan untuk menyewa lahan parkir tidaklah murah. Lewat tulisan di blog, Flavian Vidal menjelaskan bahwa dirinya yang tinggal di dekat Nagoya harus mengeluarkan uang 9.000 Yen (1,2 juta Rupiah) per bulannya untuk menyewa lahan parkir.

Biaya tersebut akan semakin tinggi bila kamu tinggal di kota-kota besar, seperti di Kyoto dan Osaka dimana biaya sewa lahan parkir bisa mencapai 15.000 – 45.000 Yen (1,8 juta Rupiah – 5,5 juta Rupiah) setiap bulannya.

Apalagi jika kamu tinggal di Tokyo, kamu bisa mengeluarkan mulai dari 20.000 Yen (2,5 juta Rupiah) hingga lebih dari 100.000 Yen (12,5 juta Rupiah) setiap bulannya untuk menyewa lahan parkir di ibukota Jepang itu.

3. Tarif Jalan Tol Yang Luar Biasa Mahal

Bagi kamu yang tinggal di Jakarta dan merasa harga tol dalam kota yang sebesar 9.500 rupiah sudah mahal bersiaplah untuk terkejut. Di Jepang tarif penggunaan tol bisa mencapai 25 yen per kilometer.

Jika menggunakan perandaian jarak di Indonesia, jika kamu memutuskan untuk menggunakan jalan tol untuk pergi ke bandung kamu harus membayar sekitar 800 Yen, atau sekitar 100.000 Rupiah.

4. Mobil Kamu Harus Melewat Inspeksi Setiap 2 tahun

Sebagai pemilik, setiap 2 tahun sekali kamu wajib membawa mobilmu untuk diperiksa secara rutin setiap 2 tahun sekali, guna memastikan mobilmu masih dalam kondisi layak. Untungnya pemeriksaan ini tidak membutuhkan waktu lama dan biaya mahal.

5. Tarif Pajak Akan Tergantung Ukuran Mesin Mobil Kamu

Semakin besar ukuran mesin mobilmu, semakin tinggi juga pajak yang kamu bayarkan. Sebagai contohnya, kamu harus membayar pajak sebesar 29.500 Yen (3,7 juta Rupiah) untuk mesin dengan ukuran dibawah 1000cc, namun untuk mesin diantara 4500 cc hingga 6000cc kamu harus mengeluarkan uang 88.000 Yen (sekitar 10,8 juta Rupiah).

Pajak ini harus dibayarkan setiap 2 tahun sekali. Untuk yang satu ini untungnya di Jepang tidak ada tarif pajak mobil mewah seperti yang ada di Indonesia.