3 Pria Ditangkap Polisi Setelah Kedapatan Mengunggah Manga Scan One Piece

Kepolisian Jepang pada hari Rabu menangkap tiga orang atas tuduhan melanggar hak cipta karena menunggah manga One Piece karya Eiichiro Oda secara ilegal.

Polisi menangkap Yo Uehara, pria berusia 30 tahun yang berasal dari Chatan, prefektur Okinawa, dan Shizuka Nagaya, wanita berusia 23 tahun dari Tottori, prefektur Tottori. Polisi juga menangkap Ryoji Hottai, pria berusia 31 tahun yang berprofesi sebagai desainer web dan berasal dari Akita, prefektur Akita.

Menurut kepolisian, Uehara dan Nagaya berhasil mendapatkan lebih dulu edisi terbaru majalah Shounen Jump dari sebuah toko, mereka kemudian memindai bab terbaru manga tersebut dan mengunggahnya di sebuah website.

Polisi menduga keduanya telah melakukan hal ini semenjak bulan Juli 2016. Polisi menyatakan bahwa keduanya telah memperoleh penghasilan sebesar 75 juta Yen lewat iklan yang ditampilkan di laman situs tempat mereka menggungah manga scan One Piece.

Hottai sendiri dituduh mengcopy manga scan tersebut dan mengunggahnya kembali di situs yang ia miliki. Polisi menduga Hottai telah memperoleh hingga 305 juta Yen dari situs tersebut.

Uehara menerima tuduhan tersebut, sedangkan Nagaya mengelak, dia mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat lagi semenjak tahun lalu. Menurut polisi, Hottai juga mengakui perbuatannya, dan mengatakan bahwa dia mengunggah manga scan untuk mendapatkan uang.

Shueisha mengomentari penangkapan tersebut, dan mengatakan bahwa mereka marah mendapati sebuah karya yang diciptakan dari kerja keras mangaka yang mencurahkan hatinya dalam karyanya digunakan untuk meraup keuntungan lewat distribusi manga scan ilegal.

“Kami berharap penangkapan ini dan usaha kedepannya untuk melawan pembajakan serta penyalahgunaan akan dapat menjadi peringatan,” lanjut perusahaan tersebut.

Sumber: ANN