Populasi Jepang Diperkirakan Menurun Menjadi 88 Juta Jiwa di 2065

Populasi Jepang diperkirakan akan menurun menjadi 88 juta jiwa di 2065 dan terus menyusut hingga 51 juta jiwa di 2115, perkiraan terbaru ini menambah parah bom waktu demografi negara tersebut.

Angka proyeksi di atas masing-masing merepresentasikan penurunan sebesar 31 persen dan 60 persen dari total populasi jepang saat ini yang berada di angka 127 Juta jiwa, ungkap Institut Nasional Untuk Riset Populasi dan Keamanan Masyarakat, yang memutakhirkan angkanya setiap lima tahun sekali.

Penurunan populasi tersebut akan mengubah Jepang kecuali pemerintah bergerak untuk melaksanakan imigrasi besar-besaran, mengingat semenjak tahun 1960 angka kelahiran di Jepang sangatlah rendah.

Meskipun secara jangka panjang terlihat suram, namun angka penurunan kelahiran belakangan ini diperkirakan melambat, dengan semakin banyaknya wanita Jepang berusia 30-an memutuskan untuk memiliki lebih banyak anak. Hasilnya, diperkirakan populasi Jepang baru akan berada di bawah 100 juta jiwa di tahun 2053 setelah sebelumnya diperkirakan angka tersebut akan terjadi pada tahun 2048.

Saat ini tingkat kelahiran di Jepang adalah 1,44 kelahiran untuk setiap ibu, meningkat dari 1,35 kelahiran per ibu pada 5 tahun lalu. Jepang membutuhkan angka sekitar 2,1 agar tidak terjadi penurunan. Perdana Menteri Shinzo Abe diharapkan sukses menghadirkan kebijakan pelayanan anak dan mempermudah kombinasi antara keluarga dengan pekerjaan, agar populasi Jepang dapat meningkat.

Abe menargetkan angka 1,8 kelahiran per wanita. Jika tercapai, populasi Jepang akan berada sedikit di atas 100 juta jiwa di tahun 2065.

Namun berdasarkan prediksi pusat, persentase penduduk berusia di atas 65 tahun akan bertumbuh dari 27,3 persen menjadi 38,4 persen dalam 50 tahun, hal ini akan mempersulit Jepang untuk memberikan dana pensiun dan pelayanan kesehatan.

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 50.000 imigran di Jepang setiap tahunnya. Jepang umumnya mengizinkan imigrasi untuk siswa atau pekerja kontrak, yang kembali ke negara asalnya setelah beberapa tahun. Menurut simulasi yang dilakukan, Jepang butuh sekitar 500.000 imigran setiap tahunnya untuk mempertahankan populasinya di kondisi saat ini.

Sumber: FT