Benarkah Pemasukan Negara Jepang dari Industri JAV Hanya Bisa Dikalahkan Industri Otomotif?

Jepang merupakan salah satu negara di dunia yang melegalkan industri pornografi, baik itu dalam bentuk media cetak hingga film.

Mungkin kalian pernah mendapati sebuah narasi di internet yang menyebutkan bahwa industri pornografi, dalam hal ini film porno Jepang atau yang biasa disebut JAV, digembar-gemborkan sebagai penyumbang pemasukan negara Jepang terbesar setelah industri otomotif. Benarkah demikian?

Industri pornografi di Jepang memang tidak bisa dibilang kecil, pada tahun 2015 sebuah artikel di GQ yang membahas kelangkaan aktor pria di film dewasa Jepang menyebutkan bahwa industri ini memproduksi dua kali lebih banyak film dewasa daripada di Amerika. Angka penjualannya juga gak main-main, 20 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 281 trilyun Rupiah!

Fantastis memang, tapi industri JAV masih tidak ada apa-apanya dibandingkan industri otomotif Jepang

Menurut data dari Asosiasi Manufaktur Kendaraan Bermotor di Jepang (JAMA), industri otomotif di Jepang mencatatkan total pengiriman sebesar 53 trilyun Yen atau sekitar 6.869 trilyun Rupiah. Jauh lebih besar dibandingkan industri pornografi.

Bahkan industri pornografi di Jepang masih kalah jauh jika dibandingkan dengan industri penting lainnya seperti besi baja dan kimia. Menurut Badan Statistik Jepang, Industri besi dan baja Jepang mengapalkan produk seharga 19,2 trilyun Yen (2.474 trilyun Rupiah) pada tahun 2016.

Sedangkan di tahun 2014, industri kimia di Jepang menyumbang lapangan kerja bagi 343.416 orang dan menyumbang pengiriman produk sebesar 28,1 trilyun Yen (3.620 trilyun Rupiah).

Karenanya boleh dibilang terlalu mengada-ngada apabila industri JAV di Jepang disebut sebagai penyumbang pemasukan terbesar ke-2 di negara Jepang.