Studio Ghibli Adakan Upacara Perpisahan untuk Mendiang Isao Takahata

Studio Ghibli mengadakan upacara perpisahan untuk mendiang sutradara Isao Takahata di Musium Ghibli pada hari Selasa. Dalam acara ini, salah seorang pendiri Ghibli dan teman lama Hayao Miyazaki menyampaikan eulogi untuk Takahata.

Dalam euloginya, Miyazaki memanggil Takahata menggunakan nama julukannya “Paku-san,” dan menjelaskan asal nama itu. “Dia (Takahata) bukanlah orang yang bisa bangun pagi. Bahkan saat di Toei, dia datang kerja terburu-buru di pagi hari, mengisi kartu kehadiran sebelum makan roti dan minum air langsung dari keran, yang bunyinya ‘paku, paku’ setiap harinya.”

Miyazaki mengenang pertempuan pertamanya pada tahun 1963, saat Takahata berusia 27 dan dirinya masih 22 tahun. “Bahkan sekarang, Aku masih mengingat pertama kali kami berbicara. Saat itu kami sedang menunggu di halte bus, setelah hujan reda, meninggalkan kubangan di jalan… Dia terlihat seperti pria yang tenang dan bijak… Aku masih ingat jelas seperti apa Paku-san saat itu.”

“Paku-san percaya dia bisa hidup sampai usia 95 tahun. Tapi, dia sudah tiada. Aku sadar bahwa diriku juga sudah tidak punya banyak waktu juga,” lanjut MIyazaki.

“Sembilan tahun yang lalu aku menerima panggian dari dokternya meminta kami, sebagai teman, untuk memintanya berhenti merokok. Dia terdengar serius, sehingga (Toshio) Suzuki dan Aku duduk bersamanya… Aku kira dia akan membantah kami, tapi dia berterima kasih dan mengatakan akan berhenti. Dan dia benar-benar berhenti. Aku pernah merokok secara sengaja di dekatnya namun dia mengatakan sudha tidak tertarik merokok.”

Miyazaki mengenang masa-masa bekerja bersama dengan Takahata, termasuk saat mereka menangani film anime Horus – Prince of the Sun, saat itu Takahata harus menulis surat permohonan maaf yang tak terhitung jumlahnya karena tidak sanggup memenuhi tenggat waktu pengerjaan, namun dia tetap merampungkan film itu.

Saat reuni staf film Horus di tahun 2000, petinggi mengomentari bahwa waktu-waktu yang dihabiskan saat menangani film itu merupakan salah satu hari-hari paling menarik bagi mereka.

“Paku-san, sangatlah hidup saat itu,” tutup Miyazaki. “Terima kasih, Paku-san, untuk berbicara denganku di halte bus 55 tahun lalu. Aku tidak akan pernah melupakannya.”

Selain Miyazaki, komposer yang sering berkolaborasi dengan Miyazaki dan Takahata, Joe Hisashi juga menyampaikan euloginya. “Berkat Takahata Aku menjadi diriku yang sekarang. Kami menghabiskan waktu bersama mengerjakan melodi untuk sebuah lagu di Castle in the Sky. Lagu itu tak akan ada tanpa MIyazaki, diriku, dan Takahata. Terima kasih untuk waktunya selama ini. Aku sangat bertimakasih mendapatkan kesempatan berkarya di The Tale of Princess Kaguya.”

Pada acara perpisahan itu tampak kreator Gundam Yoshiyuki Tomino dan kreator Otoko wa Tsurai Yo Yoji Yamada. Selain itu tampak juga artis Nobuko Miyamoto, Tōru Masaoka, Makoto Nonomura, Youko Honna, Keiko Takeshita, dan Miori Takimoto, yang semuanya pernah tampil di film karya Studio Ghibli.

Yasuo Otsuka, Yôichi Kotabe, Hisaishi, dan Michael Dudok de Wit (The Red Turtle) juga mengucapkan kalimat perpisahan.

Setelah upacara perpisahan bersifat tertutup, musium ini dibuka selama tiga jam di sore hari untuk khayalak umum yang ingin mengucapkan salam perpisahan. Pengunjung menyaksikan video berdurasi 10 menit untuk mengenang Takahata, sebelum berjalan untuk meletakkan persembahan bunga di depan foto besar Takahata.

Sumber: ANN