Kepolisian Jepang Tengah Menyelidiki Sebuah Situs Mangascan Populer

Kepolisian prefektur Fukuoka dan Oita tengah melakukan penyelidikan terhadap situs mangascan Mangamura setelah Kodansha, Shueisha, dan dua penerbit lainnya mengajukan laporan kasus pembajakan pada tahun lalu.

Seperti dilaporkan oleh The Mainichi Shimbun, penerbit-penerbit ini mewakili para mangaka seperti Hajime Isayama (Shingeki no Kyojin) dan Eiichiro Oda (One Piece).

Menurut Asosiasi Distribusi Konten Luar Negeri (CODA), pembajakan yang dilakukan Mangamura menimbulkan kerugian hingga 319,2 milyar Yen. Situs itu telah dikunjungi lebih dari 620 juta kali semenjak September 2017 hingga Februari 2018, sebelum ditutup pada April 2018.

Mangamura pertama kali hadir pada Januari 2016, dan dengan cepat menjadi situs yang populer. Penyelidik percaya bahwa Mangamura mengeruk keuntungan dari iklan yang ditampilkan pada situsnya.

Sumber yang berbicara dengan The Mainichi Shimbun mengatakan bahwa mereka memiliki setidaknya seorang tersangka. Diungkapkan juga bahwa Mangamura dimiliki oleh sebuah perusahaan yang berada di Seychelles, yang berada di daerah Afrika Timur. Namun berdasarkan penyelidikan sepertinya Mangamura dimiliki oleh sebuah perusahaan Amerika yang dimiliki oleh warga negara Jepang.

Saat ini Polisi tengah berusaha untuk mengidentifikasi pengembang dari Mangamura.

Pemerintah Jepang memang tengah getol memerangi situs pembajakan anime maupun mangascan. Berkat meningkatnya popularitas situs bajakan di Jepang, pemerintah menerapkan “langkah darurat” dan meminta kepada penyedia layanan internet di Jepang untuk menutup akses ke situs-situs pembajakan.

Mangamura, AniTube!, dan MioMio merupakan tiga situs yang sedang dibidik oleh pemerintah, namun baru Mangamura yang sedang diselidiki.