Gara-gara Video Youtube Restoran Sushi di Jepang Larang Pengambilan Gambar

Awal bulan ini, seorang Youtuber dengan akun TkyoSam meletakkan sebuah kamera GoPro di ban berjalan di restoran sushi Sushiro. Video yang sempat viral itu ternyata berbuntut panjang, hingga mengakibatkan Sushiro harus mengeluarkan permohonan maaf dan melarang pengambilan gambar di dalam restoran.

Sushiro merupakan salah satu jaringan kaiten sushi terbesar di Jepang. Insiden ini bahkan sempat masuk ke media Jepang.

Dalam videonya, yang kini sudah dihapus, TkyoSam meletakkan kamera GoPro di ban berjalan di sebuah cabang restoran Sushiro. Kamera tersebut mengambil gambar ketika berputar mengelilingi restoran, menampilkan beragam muka pengunjung restoran, meskipun ada yang gak peduli, atau melambai-lambaikan tangan ke kamera, tapi ada juga yang tampak tidak senang.

Staf restoran itu menemukan kamera tersebut dan mengambilnya dari ban berjalan untuk kemudian mengembalikannya ke TkyoSam. Saat itu, TkyoSam menuliskan bahwa staf restoran tidak marah kepadanya.

Namun seorang YouTuber lainnya bernama Gimmeaflakeman mengatakan, ada cukup banyak netizen mengomentari soal masalah sanitasi maupun kesehatan. Youtuber populer asal Jepang, Shibatar mengatakan, meskipun TkyoSam tidak bermaksud buruk, namun dia juga tetap mempermasalhkan masalah terkait sanitasi restoran dan juga privasi pengunjung.

Tidak butuh waktu lama sebelum video buatan TkyoSam viral di internet, sebelum dihapus, video itu telah dilihat lebih dari 500.000 kali.

Dalam rilis resminya, Akindo Sushiro menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengizinkan TkyoSam untuk melakukan pengambilan gambar di dalam restoran. Mereka meminta maaf atas masalah yang diakibatkan video itu.

Akindo Sushiro juga memastikan bahwa setelah kejadian itu, seluruh restoran, termasuk ban berjalan yang mengangkut sushi, telah dibersihkan secara menyeluruh. Karena mereka menyajikan ikan mentah, masalah kebersihan menjadi sangatlah penting.

Saat ini mereka juga tengah membahas kejadian ini dengan pihak berwajib, termasuk kaitannya dengan privasi pengunjung.

Karena video klip itu, Akindo Sushiro tidak lagi mengizinkan pengambilan gambar dalam bentuk apapun di dalam restoran. Kedepannya, perusahaan ini tengah mempertimbangkan untuk mengambil “tindakan legal serius” untuk siapapun yang mencoba mengulangi aksi yang sama.

Sumber: Kotaku