World Order Kritik Trump Lewat Lagu Let’s Start WW3

Lagu memang sering dijadikan alat untuk menyampaikan pesan politik. Tidak sedikit musisi yang menyampaikan pesan dan pendapat politiknya lewat lagu guhbahannya, tidak terkecuali bagi grup World Order.

Grup yang dibentuk oleh Genki Sudo ini terbilang unik, mereka tidak berpenampilan seperti layaknya grup musik lainnya dan memilih untuk mengenakan pakaian layaknya pegawai kantoran. Gerakan koreografinya pun membuat mereka terlihat seperti robot.

Kebanyakan video mereka diambil di tengah area publik, menyorot mereka yang tengah ‘menari’ sembari dilihat oleh orang-orang lewat yang tertawa, memandangi, atau mengambil foto mereka.

World Order juga cukup sering membuat lagu yang membawa pesan politik, terutama untuk mendukung tercapainya perdamaian di dunia. Mereka pernah membuat video musik ‘Permanent Revolution‘ yang membayangkan apa yang terjadi jika hubungan Jepang-Korea bisa membaik.

Kali ini World Order mencoba menkritik kebijakan ‘America First’ yang digaungkan oleh Donald Trump lewat lagu Let’s Start WW3. Dalam lagu ini mereka bahkan gak takut untuk mengutip kalimat yang diucapkan oleh presiden Amerika Serikat ini.

Dalam video klip tersebut, terlihat World Order meniru gerakan khas Trump dalam koreografinya.

Netizen tampaknya senang dengan kritikan ini, lewat kolom komentar di halaman Youtube video klip ini, beberapa mengucapkan kalimat pujian. “Benar-benar lagu anti-trump paling bagus yang pernah aku dengar,” tulis seorang netizen.

Namun membuat video musik ini bukan perkara mudah bagi World Order, lewat akun Twitternya, Genki Sudo menjelaskan bahwa mereka menemui beberapa masalah saat melakukan pengambilan gambar di Amerika Serikat.

Mereka tidak membawa staf karena biaya terbatas dan meminta bantuan orang di jalan untuk mengambil gambar. Beberapa bahkan ada yang mencuri kamera dan mereka harus mengejarnya untuk mengambilnya kembali.

Untungnya mereka tetap bisa menyelesaikan pengambilan gambar. Pada akhir video klip ini, World Order kembali menampilkan pesan untuk mendorong kerjasama internasional, menyorot kumpulan bendera berbagai negara dengan cantuman kalimat ‘we are all one’, kita semua satu, kalimat yang menjadi ciri khas World Order.