Guru di Jepang, Kebanyakan Kerja Kurang Dibayar

Meskipun terkenal sebagai negara maju dan tentunya memiliki sistem edukasi yang lebih baik, ternyata guru-guru di Jepang masih memiliki masalah yang sama dengan para guru di negara berkembang, kurangnya kesejahteraan hidup.

Seperti dikutip dari Japantimes, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pengembangan di 2013, guru di Jepang bekerja setidaknya 54 jam dalam seminggu.

Berdasarkan survei terpisah yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan di 2016, guru SD di Jepang bekerja setidaknya 57 jam dan 25 menit, dan guru SMP 63 jam dan 18 menit per minggunya.

Menurut survei yang sama, 33,5 persen guru SD dan 57,5 persen guru SMP diperkirakan lembur lebih dari 80 ja setiap bulannya. Apabila waktu yang mereka habiskan untuk mengurus pekerjaan sekolah di rumah juga diperhitungkan, tingkatan yang dianggap berbahaya bagi pekerja.

Pemerintah Jepang memang tengah berupaya mengaasi masalah ini, mereka telah memperkerjakan 10.000 guru baru di bawah program nasional di tahun 2017. Namun angka ini masih dirasa kurang untuk mengatasi masalah ini, mengingat di Jepang saat ini ada setidaknya 20.000 SD dan 10.000 SMP.

Yang mengejutkannya lagi, guru-guru di Jepang ternyata secara legal diperbolehkan tidak dibayar uang lembur. Provesi guru tidak masuk dalam Hukum Ketenagakerjaan mengenai pembayaran upah lembur.

Sumber: Japantimes