Mangaka Rurouni Kenshin Didenda Karena Terbukti Memiliki Konten Pornografi Anak

Tahun lalu, mangaka Rurouni Kenshin Nobuhiro Watsuki ditangkap polisi atas tuduhan kepemilikan pornografi anak. Hari ini tabloid Nikkan Sport mengabarkan bahwa dia didenda 200.000 Yen karena telah melanggar hukum pornografi anak di Jepang.

Sebelumnya, pada November 2017, menurut Yomiuri Shimbun, penyelidik menemukan beberapa DVD yang memperlihatkan badan telanjang anak-anak di bawah usia 15 tahun di kantor Watsuki. Penyelidik juga menemukan DVD serupa di rumahnya.

Dijelaskan bahwa kepolisian telah mencurigai Watsuki membeli DVD berisikan konten pornografi anak saat mereka mengungkap kasus pornografi anak bulan lalu.

Kepada pihak kepolisian Watsuki mengakui bahwa dirinya menyukai anak-anak SD hingga gadis kelas 2 SMP.


Nobuhiro Watsuki, mangaka serial Samurai X

Setelah mangaka Nobuhiro Watsuki ditangkap polisi, banyak yang bertanya-tanya perihal kelanjutan manga Rurouni Kenshin yang hadir lewat cerita baru dengan latar Hokkaido.

Lewat pernyataan yang diterima Buzzfeed, Shueisha memastikan bahwa manga Rurouni Kenshin: Hokkaido Arc akan hiatus hingga waktu yang tidak ditentukan mulai edisi terbaru Jump SQ yang akan terbit pada tanggal 4 Desember.

Shueisha yang menerbitkan manga karya Watsuki menyatakan bahwa mereka memperhatikan kasus ini dengan sangat serius dan Watsuki mengaku sangat menyesal.

Tidak dijelaskan lebih lanjut apakah setelah didenda kasus yang menimpa Watsuki akan dinyatakan berakhir.