Benarkah Meninggal Sendiri Sering Terjadi di Jepang?

Belum lama ini seorang pria yang hidup sendirian ditemukan meninggal di tengah tumpukan majalah porno. Berita yang sempat bikin heboh internet ini mengungkit masalah yang katanya sering terjadi di Jepang, yaitu: Kodokushi atau “Meninggal Sendirian.”

Banyak yang mengatakan bahwa meninggal sendiri adalah hal yang umum terjadi di Jepang, lantaran banyak penduduknya yang hidup tanpa pasangan, teman maupun keluarga. Bahkan di Jepang ada perusahaan yang khusus menawarkan layanan pembersihan rumah orang yang baru saja meninggal.

Namun, benarkah Kodokushi adalah kejadian yang umum di Jepang?

Naoya Yamaguchi menjawab pertanyaan tersebut lewat akun Quoranya. Yamaguchi menuliskan bahwa Kodokushi bukanlah hal yang umum di Jepang, dari setiap satu juta orang di Jepang, sekitar 10 ribu meninggal setiap tahunnya dan kasus kodokushi hanya terjadi pada 19 orang, atau sekitar 0,19%.

Meskipun Yamaguchi tidak menuliskan sumber dari jawabannya, dia yakin bahwa Kodokushi bukanlah hal yang langka di Jepang.

Statistik mengenai Kodokushi sendiri memanglah tidak lengkap dan terkadang tidak terlalu tepat. Menurut Japan’s National Broadcasting Network, pada tahun 2009 dilaporkan 32.000 orang tua meninggal sendirian di Jepang.

Pada buku Death and Dying in Contemporary Japan, Hikaru Suzuki menuliskan bahwa dari pada tahun 2006, terdapat setidaknya 4,5% pemakaman yang melibatkan kodokushi. Sedangkan, menurut Population Reference Bureau, pada tahun 2009 terdapat setidaknya 1 juta orang Jepang meninggal dunia. Dengan demikian kasus kodokushi di Jepang pada tahun tersebut adalah sebanyak 3%.

Berdasarkan data di atas Kodokushi masih belum termasuk sesuatu yang umum terjadi di Jepang, namun yang jelas angkanya diyakini terus meningkat dalam dekade terakhir.