5 Hal Yang Bikin Kaget Orang Jepang Yang Tinggal di Luar Negeri

Bagi yang pernah ke Jepang, sebagai turis maupun untuk tinggal lebih lama, pasti pernah mengalami berbagai culture shock. Hal serupa juga dialami oleh orang Jepang yang tinggal di luar negeri.

Dari sekian banyak perbedaan budaya yang ada antara Jepang dengan negara lain. Lima hal inilah yang paling bikin kaget orang Jepang saat mereka sedang tinggal di luar negeri.

1. Mahalnya Biaya Makan di Luar Rumah

Saat di Jepang, bahkan di kota kecil sekalipun. Meskipun banyak restoran yang luar biasa mahal, namun banyak juga pilihan restoran yang menawarkan harga terjangkau dan gak jauh berbeda dengan biaya memasak sendiri di rumah.

Namun gak begitu bagi @izawak yang sedang bekerja di Perancis dan terkejut saat mendapati biaya yang dibutuhkan untuk makan di luar rumah begitu tinggi.

“Makan di Perancis kelewat mahal, ‘Sembilan Euro cuma buat ini? Beneran nih orang Perancis sanggup bayar?’ pikirku. Tapi sebaliknya, saat berbicara dengan orang Perancis yang menonton Kodoku no Gurume (serial drama tentang seorang salesman yang mengunjungi beragam restoran), mereka pikir ‘Semua itu cuma empat Euro! Gimana bisa memenuhi biaya hidup pemilik restoran?'”

Untuk yang satu ini, saya yakin @izawa pasti kaget kalau dia dapat dinas di Indonesia, apalagi kalau dia tinggal di Jogja.

2. Pemberitaan Yang Terkadang Menyesatkan

Gak sedikit situs pemberitaan yang memberitakan berbagai masalah yang menjadikan bayangan penduduk Jepang terhadap sebuah negara cenderung mengerikan.

Karenanya netizen asal Jepang @imabayashikaito terkejut mendapati masyarakat Brazil yang berbeda dengan pemberitaan yang ia baca selama ini.

“Yang luar biasa dari penonton olahraga di Brazil adalah mereka selalu menyemangati dan memberikan dukungan terlepas dari pemain tersebut sukses atau membuat kesalahan. Kita selalu mendengar (berita) tentang kekacauan dan kriminalitas, tapi itu bukan cerita utuh; ada juga orang Brazil yang ramah dan bersahabat.”

3. Hari Libur

Di Jepang hari Sabtu dan Minggu tidak jauh berbeda: sama-sama hari dimana mereka beristirahat dari pekerjaan dan kesempatan untuk berbelanja. Namun di beberapa negara, ada hukum yang melarang toko dan supermarket buka di hari Minggu.

“Ketika aku mulai tinggal di Jerman, karena semua supermarket tutup di hari minggu kupikir akan merepotkan, tapi gak masalah karena aku bisa mengunjunginya sepulang kerja. Cara orang Jerman mengatur agar hari Minggu bukan saatnya berbelanja atau hal yang terasa seperti bekerja, membuatku relaks dan punya waktu untuk diri sendiri.” ujar netizen dengan akun @fepfeil.

4. Ada Hal Yang Gak Perlu Digembar-gemborkan

“Aku membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa orang Jepang suka menggembar-gemborkan bahwa mereka ‘gak cukup tidur, ‘kurang makan’, ‘selalu sibuk’ atau ‘sedang gak enak badan.’ di Negara lain hal ini cuma memperlihatkan kalau seseorang gak bisa mengatur waktu mereka dengan baik.” ujar netizen dengan akun @mami0306.

5. Jam Kerja

Dari meeting dadakan hingga waktu lembur yang kadang gak dibayar, orang Jepang menghabiskan waktu lebih lama di kantor dibandingkan penduduk negara lain. Beberapa netizen Jepang terkejut dengan beberapa orang di kebanyakan negara bahkan gak mengambil lembur sama sekali, dan memiliki pilihan kata-kata yang baik ketika meminta karyawan mereka untuk lembur.

@halushiroi yang sedang kerja di Jerman, mengatakan:

“Cara kerja orang Jerman: Sudah umum sebuah perusahaan menawarkan jam kerja bebas. Kamu dapat ‘menyimpan’ waktu lembur jadi jika kamu lembur satu jam, kamu dapat pulang lebih cepat satu jam di hari lain. Orang yang tidak lembur tidak dipermasalahkan oleh rekan kerjanya. Atasan memeriksa jam kerja karyawan dan kalau terlalu banyak lembur mereka malah didenda. Tolong tiru hal ini, Jepang!”

Hal serupa juga diucapkan oleh @syuukaijp:

“Bekerja di Inggris, Aku jarang merasa ada yang aneh atau gak adil. Kalau kamu sakit, kamu bisa mengambil hari libur tanpa perlu surat dokter, kalau kamu sedikit terlambat kamu bisa membayarnya dengan pulang sedikit telat, gak dipotong dari gaji kamu, gak ada lembur, kamu gak perlu menulis absensi. Kedengarannya seperti work-life balance yang bagus.”

Sumber: SoraNews24