Saat di Jepang, Jangan Coba-coba Ambil Sepeda Yang ‘Dibuang Sembarangan’

Mungkin kamu kecapean berjalan kaki seharian penuh saat di Jepang, atau mungkin ketinggalan kereta terakhir saat menuju hotel atau tempat tinggalmu di Jepang.

Kemudian di tengah jalan kamu melihat sepeda yang kelihatannya sudah dibuang oleh pemiliknya, dan kamu mulai berpikir “Apa kuambil saja ya?” Kalau kamu memutuskan untuk mengambilnya, selamat, kamu baru saja berkesempatan untuk berurusan dengan kepolisian Jepang.

Masalah pertama adalah sulit untuk memastikan apakah sepeda tersebut benar-benar dibuang atau tidak hanya dengan melihatnya. Gak dirantai? Saking amannya Jepang seseorang bisa saja meninggalkan mobilnya dalam kondisi menyala saat ia membeli minuman di toko, jadi sepeda yang tidak dirantai bukan berarti sang pemilik tidak membutuhkan lagi sepedanya.

Yang lebih bikin runyam, sekalipun sepeda tersebut benar-benar dibuang, si mata hukum, sepeda tersebut bukanlah sampah. Jika belum dibuang dengan benar, sepeda tersebut masih menjadi kepunyaan pemiliknya. Orang asing yang mengendarainya secara teknis adalah pencuri dan masyarakat Jepang tidak memandang remeh pencurian.

Rendahnya tingkat kriminalitas di Jepang menjadikan polisi Jepang punya banyak waktu, dan jika mereka melihat seseorang melintas di depan pos polisi di tengah malam, apalagi sambil mengendarai sepeda dengan kikuk, ada kemungkinan mereka akan memberhentikan orang tersebut dan memeriksa apakah benar sepeda tersebut adalah kepunyaannya.

Mencoba ngeles bakalan susah, karena semua sepeda di Jepang terdaftar atas nama pemiliknya saat terjual, dan begitu polisi mendapati sepeda tersebut bukan kepunyaanmu, mereka akan langsung menindaknya sebagai kasus pencurian.

Polisi akan menghubungi pemilik sepeda. Jika sepeda tersebut benar-benar dibuang, dan atau pemiliknya memutuskan untuk tidak mempermasalahkannya bukan berarti kamu terbebas dari masalah. Birokrasi di Jepang lumayan merepotkan, jadi polisi harus memastikan semuanya tercatat, dan kamu harus mengisi formulir di pos polisi, dengan petugas yang mungkin hanya bisa berbahasa Jepang.

Kejadian seperti ini cukup sering terjadi sepanjang tahun di Jepang, jadi jangan coba-coba untuk melakukannya ya.

Sumber: SoraNews24