Ada “Akademi Youtuber” Untuk Siswa SD di Jepang

Pada tahun 2016, surat kabar Jepang Mainichi News memperlihatkan hasil survei yang mengungkapkan bahwa banyak siswa SD yang tertarik untuk berkarir sebagai “YouTuber”. Profesi YouTuber menduduki peringkat ketiga, setelah profesi dokter dan pemain bola.

Kebanyakan siswa SD tertarik untuk menjadi YouTuber, karena mereka tidak perlu belajar dan dibayar mahal. Sony Life mengadakan survei serupa terhadap 200 siswa SMP dan 800 siswa SMU, dan sekali lagi YouTuber menduduki posisi ketiga, di bawah profesi IT Enginer dan Pembuat Video Game.

Tingginya minat pelajar Jepang terhadap profesi YouTuber ini tampaknya mendorong Fulma, untuk membuka “Youtuber Academy”, ‘sekolah’ pertama di Jepang untuk mereka yang ingin menjadi YouTuber. Sekolah tersebut akan menawarkan kelas dasar mengedit video, bagaimana cara berkomunikasi dengan percaya diri di depan kamera, juga cara menarik perhatian.

Meskipun di Jepang berkarir sebagai YouTuber tengah booming, banyak juga yang meragukan tren tersebut. Beberapa netizen mengkritik sekolah tersebut dan belum lama ini buku tentang cara menjadi YouTuber sukses yang ditujukan untuk siswa SD disebut-sebut sebagai sebuah “buku yang seperti gerbang neraka.”

Namun YouTuber Academy punya pendapat berbeda, mereka mengatakan bahwa proses belajar menjadi YouTuber sukses akan memberikan siswa pengalaman belajar yang menyeluruh, termasuk eksperimen sains, tema video yang tengah populer di kalangan YouTuber Jepang.

Mereka juga mengatakan kelas ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan presentasi bagi anak pemalu, yang dirasa kurang diajarkan di sekolah Jepang pada umumnya.

Sumber: Grapee