Pria Jepang Lakukan Tindakan Pencabulan Usai Membaca Doujin Dewasa

Pada hari Senin kepolisian prefektur Saitama menangkap pria bernama Yuya Yazaki yang diduga melakukan pencabulan. Dalam pengakuannya, tersangka menulis bahwa dia “meniru manga doujin dewasa.”

Polisi menangkap pria berusia 35 tahun tersebut di rumahnya di kota Soka, prefektur Saitama, setelah ibu dari siswa sekolah dasar melaporkan ke pihak yang berwenang bahwa ada seorang pria yang mengikuti putrinya dan memanggilnya.

Sebelumnya, Yazaki juga sudah pernah ditangkap pada tanggal 8 Januari 2016 atas tuduhan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Menurut kepolisian, tersangka mengaku sebagai inspektur yang memerika kontaminasi radioaktif untuk membujuk korbannya agar diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Kemudian dia mengancam korban dengan kekerasan jika dia tidak diam.

Polisi menyatakan bahwa dia juga ditangkap kembali unuk tuduhan pencabulan yang berbeda pada bulan April. Saat ini mereka tengah menyelidiki kemungkinan bahwa Yazaki merupakan pelaku dari setidaknya 20 tindak pencabulan terhadap anak SD dan SMP yang terjadi di antara Mei 2014 hingga bulan Maret tahun ini.

Yazaki meniru skenario yang digambarkan dalam manga doujin dewasa yang dibuat oleh seorang ilustrator yang tinggal di Tokyo. Polisi mengklaim doujin tersebut menceritakan kisah yang mirip, dimana seorang inspektur memeriksa kontaminasi radioactive untuk melakukan pencabulan terhadap seorang karakter. Polisi mengklaim Yazaki mungkin menggunakan modus yang sama pada delapan insiden yang terpisah.

Polisi kemudian menghubungi ilustrator doujin dewasa tersebut untuk menginformasikan kejadian tersebut, dan mengatakan kepadanya untuk lebih berhati-hati dalam membuat cerita yang dapat ditiru oleh pelaku kriminal. Menurut polisi, ilustrator doujin tersebut terkejut dan menerima peringatan tersebut.

Menurut sumber yang dekat dengan tindak investigasi, polisi mempertimbangkan untuk mengirimkan kembali permohonan yang sama apabila kejadian serupa terulang kembali.

Sumber: ANN