Tekanan Politik Sebabkan Berakhirnya Manga Shippu no Hayato?

Secara mengejutkan edisi ke-26 majalah Weekly Morning terbitan Kodansha mengumumkan bahwa manga politik Shippu no Hayato Shotoku Baizo Densetsu!! (Gale-Force Hayato Income-Doubling Legend!!) karya Hideki Ohawada akan tamat di edisi berikutnya.

Setelah beredar dugaan adanya tekanan politik, situs berita J-Cast memutuskan untuk menghubungi departemen editor Morning untuk mengonfirmasinya.

Ohawada meluncurkan serial tersebut di Morning edisi Januari 2016. Shippu no Hayato menceritakan sosok mantan Perdana Menteri Jepang Hayato Ikeda yang memimpin pada tahun 1960-an, saat Jepang menikmati pertumbuhan ekonomi sehabis perang.

Manga ini menghadirkan sosok politikus dunia nyata yang didramatisir, termasuk Ikeda. Di manga, Ikeda menggunakan dialek Hiroshima yang kuat bahkan bisa adu jotos dengan temannya Eisaku Satou, yang di kemudian hari melanjutkan perannya sebagai Perdana Menteri.

Secara keseluruhan Shippu no Hayato menggambarkan Ikeda sebagai sosok yang positif dan tak gentar menghadapi sosok berpengaruh seperti Jenderal Douglas MacArthur.

Manga ini cukup menarik perhatian dan mendulang popularitas di Jepang. Sebuah acara spesial diadakan di Hiroshima, tanah kelahiran Ikeda, untuk merayakan rilisnya jilid ke-5 pada tanggal 21 April. Jilid ke-6 direncanakan akan dirilis pada tanggal 21 Juli.

Ohwada mengonfirmasi akhir dari manga tersebut lewat akun Twitternya pada hari Jumat dan mengatakan bahwa kelanjutan dari bagian cerita “Shitō! 55-nen Taisei-hen” (Struggle to the Death! 1955 System) dan “Kōchikai Bakutan-hen” (Sudden Emergence of Kōchikai) masih belum ditentukan.

Cerita manga tersebut telah mencapai titik balik dengan pendunduran diri masal dari kabinet Yoshida pada tahun 1954. Namun, Ikeda belum menjadi perdana menteri, menjadikan manga Shippu no hayato tidak berakhir dengan sempurna.

Spekulasi beredar di kalangan netizen mengenai berakhirnya manga tersebut secara mendadak. Beberapa netizen percaya bahwa hal ini disebabkan penggambaran politikus Nobusuke Kishi yang membosankan, sedangkan hampir seluruh karakter lainnya digambarkan secara menarik.

Netizen yakin bahwa representasi tersebut mengecewakan bagi dunia politik Jepang karena Kishi merupakan kakek dari Shinzo Abe, perdana menteri Jepang saat ini.

Departemen editor Morning mengatakan kepada J-Cast News bahwa berakhirnya manga tersebut bukan disebabkan oleh tekanan politik.

Perwakilan Kodansha mengatakan, “Tidak ada hal itu (tekanan politik) sama sekali.” Ketika diminta untuk menanyakan konfirmasi, perwakilan itu menjawab, “Ya, tidak ada sama sekali.”

Kodansha menyatakan bahwa “Akhir dengan timing ini telah ditentukan sekitar tahun lalu.” Jilid ke-7 manga ini akn menjadi yang terakhir.

Sumber: ANN