Kota di Ehime Gunakan Big Data Untuk Jodohkan Penduduk

Semakin banyaknya penduduk Jepang yang jomblo dan semakin berkurangnya perjodohan secara tradisional, sebuah kota di Jepang menggunakan big data untuk membantu penduduk menemukan pasangan hidup.

Penting bagi Jepang untuk mempermudah penduduknya menikah, maklum, tingkat kelahiran bayi di negara ini terus menurun.

Di sisi barat prefektur Ehime, sebuah pusat penyuluhan pernikahan di kota Matsuyama mulai menerapkan big data untuk sistem perjodohan semenjak tahun 2015, dimana anggotanya harus mendaftarkan informasi pribadi mereka dan latar belakang akademis.

Sistem tersebut kini mencatat partisipasi anggota dalam acara perjodohan dan aktifitas mereka di website, yang digunakan untuk menganalisa dan merekomendasikan pasangan yang sesuai.

“Big data merekomendasikan tipe orang yang belum pernah kupertimbangkan sebelumnya,” ujar seorang wanita berusia 40 tahun yang tengah mencari pasangan yang sesuai lewat gawainya di awal bulan Mei. “Itu memperluas pilihanku.”

Seiring dengan diterapkannya big data, kemungkinan seseorang menyetujui untuk bertemu calon yang sesuai meningkat dari 13 persen menjadi 29 persen. Hasilnya? Ada 228 pasangan yang menikah diantara tahun 2015 dan 2016.

Mulai bulan Mei 2017, pengguna situs juga dapat mengunggah video berdurasi 10 detik di profil mereka.

Big data bukan satu-satunya kunci kesuksesan perjodohan tersebut. Ada sekitar 240 relawan yang bekerja untuk memberikan saran kepada para penduduk yang masih jomblo.

“Selalu relawan yang memberikan dukungan,” ujar Hirotake Iwamaru, sekjen pusat penyuluhan pernikahan tersebut.

Kesuksesan metode Ehime mengkombinasikan big data dan relawan telah menarik perhatian dan pengunjung dari daerah lain di Jepang.

Sumber: Japantoday