Ilustrator Jepang Bagikan Rahasia Pernikahan Harmonis Dalam Bentuk Komik

Pernikahan merupakan komiten besar di sebagian besar negara, dan menurut ilustrator Jepang ini hanya butuh satu hal sederhana untuk mendapatkan pernikahan harmonis.

Di Jepang umumnya setelah menikah, sang suami akan bekerja keras mencari nafkah, sedangkan sang istri akan tinggal di rumah dan menjadi ibu rumah tangga. Namun seiring perkembangan jaman, pandangan klise semacam itu sudah mulai berubah.

Contohnya seperti yang ditunjukan oleh pengguna Twitter dengan akun @tricolorebicol1, yang telah tinggal bersama istrinya selama tujuh tahun (empat tahun setelah mereka menikah). Selama tujuh tahun, dia mengatakan tidak pernah mengalami yang namanya pertengkaran.

@tricolorebicol1 melihat istrinya lebih dari sekedar ibu rumah tangga yang kerjaannya memasak dan mengurus rumah, dan percaya pandangannya tersebut ada kaitannya dengan pernikahan harmonis yang ia jalani selama bertahun-tahun.

Dia memutuskan untuk membagi rahasia pernikahan harmonis ini lewat ilustrasi.

https://twitter.com/tricolorebicol1/status/863638503707389953

Setelah mencuitkan gambar ilustrasi tersebut, lebih dari 50.000 orang menyukai cuitan tersebut dan 40.000 membagikan cuitant erebut, banyak orang yang menyetujui dan membagikan ilustrasi tersebut kepada teman dan kenalannya.

Komik tersebut dimulai dengan papan yang mengumumkan mereka telah hidup bersama selama tujuh tahun tanpa pertengkaran. @tricolorebicol1 menjelaskan motivasinya untuk menggambar komik, setelah mendengar keluhan dari kenalannya tentang pertengkaran dan hal-hal menyebalkan yang diucapkan pasangannya, dia memikirkan beragam cara komunikasi untuk pasangan.

Suatu hari, ketika seseorang mengomentari pernikahannya yang harmonis dan menanyakan apa rahasianya, dia terdiam dan memikirkannya.

Dia memikirkan apa rahasianya sembari melihat istrinya, yang membalas tatapan tersebut dengan menanyakan apa yang sedang dia lihat. Setelah berpikir panjang, dia menyadari bahwa ada rahasia untuk pernikahan harmonis; terlalu banyak sampai mustahil untuk dikumpulkan menjadi satu.

Namun, jika dia harus memberikan satu saja saran untuk pernikahan harmonis, itu adalah: “Istrimu itu orang lain”. Menurut @tricolorebicol1 hal tersebut tidak boleh dilupakan.

Meskipun terdengar logis, @tricolorebicol1 mengatakan cukup mudah melihat teman atau pacar sebagai orang lain, tapi begitu menikah, kamu bisa terjerembab ke jebakan yang mengasumsikan orang tersebut harus melakukan sesuatu, seperti memasak makanan atau membayar semuanya, sesederhana karena dia telah menjadi istri atau suami.

Menurutnya, pandangan tersebut bisa menyebabkan pertengkaran, karena adanya keinginan yang tidak akan pernah kamu minta dari teman maupun pacar.

Dan karena itu, jangan sampai lupa bahwa istri, dan suami, pada dasarnya adalah orang “lain”.

Di Jepang, orang “lain” di luar keluarga atau kelompok diperlakukan dengan penuh hormat, bahkan bahasa yang digunakan pun berbeda. Tapi bukan berarti dengan melihat pasanganmu sebagai orang lain mengakibatkan tingkah laku yang kelewat formal.

Namun, jadikanlah poin tersebut sebagai pengingat bahwa dia adalah individu spesial yang akan bersamamu untuk jangka waktu yang panjang, ini akan membantumu untuk tetap menyayanginya.

Sesederhana tidak mengharapkan pasanganmu untuk memasak dan mencuci piring, atau bilang terimakasih jika mereka melakukannya, adalah contoh tindakan yang harus kamu lakukan.

Dia menutup komik tersebut dengan mengambil contoh dari kejadian yang pernah dialaminya, dan cukup yakin ada orang yang tidak akan menerima sarannya.

Meskipun memiliki banyak perbedaan budaya, namun baik di Indonesia maupun Jepang umumnya peran suami dan istri tidak jauh berbeda. Dimana suami akan bekerja mencari uang dan istri mengurus rumah, karenanya tidak mengherankan kondisi tersebut bisa menyebabkan pertengkaran.

Namun, tidak ada salahnya kamu mencoba melihat dari sudut pandang baru bahwa pasangan kamu adalah orang lain. Dengan cari itu, kamu bisa mengingat bahwa pasanganmu memilih untuk berada di sampingmu dengan segala tingkah laku dan kebiasaan buruk, yang harus kamu syukuri!