Studio Anime Jepang Mengalami Kerugian, Animator Hanya Dibayar 200 Yen

Secara keseluruhan penjualan industri anime memang terus naik, apakah ini berarti masa depan industri ini terlihat cerah? Tidak juga. Karena meskipun penghasilan maupun jumlah anime yang diproduksi terus mengalami kenaikan, hal tersebut tidak memberikan pengaruh apapun terhadap studio anime.

Pada acara Oikonomiya yang tayang di NHK dikemukakan bahwa satu dari empat studio anime Jepang mengalami kerugian.

Studio Anime Jepang Mengalami Kerugian

Berdasarkan grafis yang diperlihatkan pada acara tersebut, pada tahun 2015 jumlah studio anime yang mengalami kerugian naik menjadi 25%.

Hal tersebut tentunya juga berpengaruh pada kesejahteraan pegawai, sudah bukan rahasia lagi kalau pekerja di industri anime khususnya para animator sangat erat dengan budaya kerja yang buruk dan bayaran yang rendah.

Bahkan ketika acara tersebut mengunjungi asrama animator Tokyo dan melakukan wawancara, mereka menemukan fakta bahwa 80% animator keluar di tiga tahun pertamanya!

Salah satu faktor utamanya adalah gaji, seorang animator pada umumnya hanya mendapat gaji sebesar 60.000 Yen per Bulan. Bahkan seorang animator bernama Tetsuya Akutsu mengaku bahwa dia pernah menghabiskan 5 jam untuk membuat sebuah frame, dan hanya dibayar 200 Yen.

Dengan parahnya kondisi ini, tidak mustahil bahwa dalam beberapa tahun yang mendatang, hanya akan ada satu dari empat studio Jepang yang tersisa.

Sumber: Crunchyroll