Konten Seksual di Anime Kembali Tuai Kritik

Organisasi pengamat siaran dan acara telvisi di Jepang, BPO baru-baru ini mempublikasikan keluhan mereka, salah satunya berisikan kritik untuk konten seksual di anime yang tayang pada malam hari, yang isinya:

Terkait acara anime tengah malam, ada konten seksual yang berlebihan. Karena berupa anime, ada kemungkinan anak-anak tidak sengaja menontonnya. (Masalahnya) tidak hanya terbatas di acara ini. Saya berharap saluran TV dan produser untuk merubah pola pikir dan menahan diri untuk menayangkan program anime yang mengandung konten seksual berlebihan.

Meskipun keluhan tersebut tidak menyebut judul anime mana yang dikritik, namun netizen menerka keluhan tersebut terkait dengan konten seksual di anime Seven Mortal Sins, Souryo to Majiwaru Shikiyoku no Yoru ni…, atau Eromanga Sensei.

BPO secara rutin menerbitkan keluhan terkait anime. Pada bulan Januari lalu mereka merilis keluhan mengenai adegan ciuman di anime, yang diduga terkait dengan Scum’s Wish.

Tidak hanya itu, organisasi yang sama juga mengeluhkan mengenai adegan makan sushi dari tubuh wanita di anime Detektif Conan, adegan masturbasi di Mr. Osomatsu, adegan yang melibatkan “makan pisang” di Youkai Watch, kekerasan di Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Oprhans, dan adegan dimana karakter utama PriPara mengenakan baju renang.

BPO juga merilis laporan di bulan Agustus 2016 mengenai game smartphone Pokemon GO dan pemberitaannya.

Anime
lain yang pernah mendapat kritikan BPO di antaranya adalah: Owarimonogatari, SHIMONETA, Chibi Maruko-chan, Gintama, Kan Colle, Yu-Gi-Oh! Arc-V, The Seven Deadly Sins, Akame ga KILL!, Your Lie in April, Hunter x Hunter, Blood-C, Fullmetal Alchemist, School Days, Magi, Higurashi no Naku Koro ni, Pokémon, dan NANA.

Sumber: ANN