Kakek Jepang Usia 82 Tahun Ini Bagi Rahasia Perkasa di Ranjang

Bagi Shigeo Tokuda yang berusia 82 tahun, kunci perkasa di ranjang yang mendukung kesuksesannya di industri film dewasa Jepang bukanlah penggunaan obat-obatan maupun gaya hidup yang ketat. Melainkan, gaya makan yang seimbang dan kemampuan pengamatan yang baik.

“Orang-orang selalu bertanya (soal daya tahan), tapi saya tidak melakukan sesuatu yang spesial,” kata Tokuda kepada Tabloid Shukan Jitsuwa dalam sebuah wawancara. “Tapi, saya memang mencoba menerapkan gaya hidup yang baik setiap hari.”

Soal gaya makan, kakek yang mungkin bintang porno paling tua di dunia ini, sepertinya memakan apapun yang disajikan untuknya. “Tapi saya mencoba makan (sayuran) sebanyak saya bisa,” ungkapnya.

Meskipun demikian, bukan berarti dia tidak mempunya makanan favorit maupun tidak disukai. “Sebenarnya, saya tidak begitu suka terong dan timun,” kata Tokuda. “Namun, kalau berbicara soal makanan yang memberi stamina, saya makan telur setiap hari. Saya suka nasi yang diberi telur mentah. Melihat kebelakang, mungkin tanpa saya sadari saya mempertahankan gaya makan seimbang, termasuk makan ikan dan daging.”

Namun, dia mengakui, bahwa kini badannya tidak sebugar saat ia memulai karirnya di industri film dewasa dimana dia dapat membintangi 60 judul dalam setahun. Sekarang ini, pengambilan gambar yang panjang membutuhkan stamina yang luar biasa. Dia mengatakan hal tersebut membuat kebugaran menjadi semakin penting.

Untuk mempertahankan stamina, kakek ini selalu berusaha melakukan apapun seorang diri, walaupun hanya hal sederhana seperti mengambil barang atau membuka pintu di rumah ketika ada tamu berkunjung. “Memang cuma berdiri dan berjalan sedikit, namun bergantung pada kebaikan orang lain dapat mengakibatkan stamina menurun,” ujarnya.

Kakek 82 tahun ini memulai karirnya pada tahun 2004

Bagi Tokuda, bekerja tidak berarti harus berada di balik meja. Terlahir di Tokyo pada tahun 1934, dia bekerja di sebuah perusahaan yang membuat mesin pachinko begitu lulus kuliah. Pada tahun 1974, dia pindah ke perusahaan tur dan travel.

Ketika sedang melakukan perjalanan bisnis, dia melihat film dewasa di layar televisi di kamarnya. Merasa tertarik, dia mulai meneliti industri tersebut dan berkenalan dengan Henry Tsukamoto, sutradara veteran yang bekerja di perusahaan FA Pro. Tsukamoto menyarankan Tokuda untuk mencoba masuk ke industri tersebut, dan Tokuda akhirnya memulai karirnya sebagai binta film porno di tahun 2004, dimana dia membintangi seri film “Elderly” untuk label Glory Quest.

Tokuda mengatakan bahwa kunci kesuksesan bertahan di industri film dewasa lebih dari satu dekade bukan berada pada gaya makan yang sehat, melainkan lebih pada kemampuan seseorang untuk fokus terhadap kondisi sekitar. “Mereka mengatakan bahwa gairah seksualmu akan menurun ketika kamu sudah tua, tapi saya pikir hal tersebut disebabkan kamu mulai tidak memperhatikan beragam hal, dan bukan cuma soal wanita,” kata Tokuda.

Ketika sedang dalam proses pengambilan gambar, Tokuda mengamati dengan seksama lawan mainnya

“Ada sedikit waktu untuk berbicara sebelum pengambilan gambar, saat itulah aku memberitahu bagian tubuh artis tersebut yang menurutku cantik,” jelas Tokuda ke Jitsuwa. “Siapa yang tidak suka mendengar hal itu? Dan juga, itulah cara terbaik untuk membangun komunikasi. Memiliki gairah untuk mengamati dia bermain hingga menjadi tertarik dengannya, akan membuat kita berpikir tentang lekuk badannya dan seperti apa jadinya seks dengannya.”

Menurut Tokuda, hal tersebut melatih imajinasi seseorang. “Dalam kaitannya dengan kesehatan – imajinasi membuat otak bekerja, dan cara yang baik untuk mencegah dementia,” tambahnya.

Sumber: “Tokuda Shigeo: 82-sai no AV danyu,” Shukan Jitsuwa