4 Fakta Mengejutkan Industri Film Dewasa Jepang

Jepang adalah salah satu negara di dunia yang secara legal mengizinkan penjualan film dewasa, dan saya cukup yakin hampir semua orang pernah melihat film dewasa Jepang (termasuk saya). Industri yang diperkirakan sudah ada semenjak tahun 1960-an ini terus tumbuh hingga hari ini. Tapi tahukah kamu kalau ada beberapa fakta mengejutkan soal film dewasa Jepang? Seperti 4 hal ini.

1. Tidak semua artis film dewasa dibayar tinggi

Meskipun ada beberapa artis yang mengaku dibayar tinggi ketika membintangi film dewasa namun tidak sedikit juga yang mendapat bayaran rendah. Majalah Spa! yang terbit di Jepang pernah memberitakan ada artis film dewasa yang hanya mendapat bayaran 20.000 Yen atau sekitar 2,4 Juta rupiah untuk sekali pembuatan film.

Bayaran yang semakin menurun ini disinyalir disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah artis yang masuk ke industri film dewasa di Jepang.

2. Banyak wanita Jepang ditipu untuk menjadi artis film dewasa

Tidak sedikit artis film dewasa jepang yang mengakui bahwa mereka ditipu untuk membintangi film dewasa. Saki Kozai adalah salah seorang artis film dewasa yang berani mengakui bahwa dirinya dipaksa untuk bekerja di industri tersebut. Awalnya Kozai mengira dirinya telah mendapatkan tiket untuk ketenaran setelah seseorang yang mengaku sedang mencari model menawarkannya pekerjaan saat dirinya tengah berjalan-jalan di Tokyo.

Dia tidak menyangka setelah menandatangani kerjasama dengan agensi yang dikenalkan kepadanya ternyata bukanlah agensi modeling. Di hari pertamanya dia bekerja, Kozai baru sadar bahwa pekerjaannya mewajibkan dirinya untuk melakukan adegan seksual di depan kamera.

“Aku tidak berani membuka bajuku. Yang bisa kulakukan hanyalah menangis,” ujarnya kepada AFP, dia juga menambahkan dia tidak bisa melarikan diri dari situasi tersebut. “Ada sekitar 20 orang di sekitarku, menunggu. Tidak ada wanita yang bisa mengatakan ‘tidak’ dalam situasi tersebut.”

Kozai, hanyalah salah satu dari sekian banyak wanita yang mengakui bahwa dirinya dipaksa untuk bekerja di industri film dewasa. Bahkan pada Juni 2016, tiga orang yang bekerja untuk sebuah agensi ditangkap setelah dituduh memaksa seorang wanita untuk tampil di lebih dari 100 film dewasa.

3. Semakin kekurangan talenta

Jumlah artis film dewasa Jepang tidak sebanding dengan aktor pemeran pria. Hal ini mengakibatkan ada aktor film dewasa Jepang dalam sehari bisa berhubungan intim dengan dua hingga tiga wanita.

Seorang aktor film dewasa Jepang, Ken Shimizu, mengatakan bahwa “Hanya ada 70 aktor pria untuk 10.000 artis.” Pria dengan julukan Shimiken ini bahkan mengklaim dia telah tidur lebih dari 8.000 wanita untuk 7.500 film yang ia bintangi. Dia juga pernah mengatakan bahwa lebih banyak harimau benggala di dunia ini dibandingkan aktor film dewasa di Jepang.

4. Industri film dewasa di Jepang terus menurun

Bahkan akibat semakin menurunnya industri film dewasa Jepang ini beberapa artis jepang harus mencari penghasilan tambahan di luar Jepang dengan menyediakan layanan prostitusi. Dimana mereka dibayar 70.000 hingga 300.000 Yen untuk setiap pria hidung belang yang mereka layani.