Game Moefikasi Kuil Jepang Ditentang Kelompok Agama

Proyek terbaru dari DMM Games yang terkenal lewat game Kantai Collection dan Touken Ranbu, Yashiro Nihoeto, baru-baru ini dianggap menyinggung pemeluk agama di Jepang.

Game yang memungkinkan pemain mengoleksi moefikasi kuil Jepang dan menarik peruntungan dari mereka dimana setiap kuil memiliki peruntungan baik dan buruk ini diklaim beberapa orang merupakan penghinaan bagi kuil Shinto dan telah melewati batas. Bahkan, kuil Iwashimizu Hachimanguu di Kyoto menginginkan kuil mereka dihilangkan dari game.

Katsuji Iwahashi, kepala hubungan luar negeri di asosiasi kuil Shinto, mengatakan, “Saya tidak pernah melihat hal seperti ini. Sebagai seorang pemeluk agama, ini bukanlah hal yang membangkitkan perasaan baik. Apa yang mereka pikirkan ketika melakukan hal seperti ini?”

Iwahashi khawatir penggembaran yang dangkal dan tidak menghargai dari Shintoisme akan menggiring orang untuk tidak menghargai kuil sungguhan ketika orang mengunjunginya Dia mengatakan bahwa konsep menarik peruntungan baik dan buruk terlalu menyederhanakan peruntungan sungguhan yang ada di kuil sungguhan.

“Orang-orang dengan pemahaman yang dangkal mengenai kuil dan dewa Jepang mungkin akan dapat menikmati game ini. Namun, saya takut orang-orang tersebut akan datang ke kuil dan berpikir tempat tersebut hanyalah sebuah latar atau karakter dan bertingkah tidak sopan di saat ada orang lain yang mengunjungi kuil suci tersebut,” jelas Iwahashi.

DMM Games sendiri mengatakan bahwa peruntungan di game ini tidak berkaitan dengan hal sungguhan di dunia nyata dan game ini adalah fiksi, dengan karakter yang tidak ada hubungannya dengan kuil-kuil yang menjadi dasar nama mereka.

Sumber: Goboiano