Gundam Iron Blooded Orphans Bukan Sepenuhnya Salah Okada

Akhir cerita serial anime Gundam Iron Blooded Orphans boleh dibilang tidak begitu memuaskan. Setidaknya bagi saya serial ini mengakhiri season pertamanya dengan kuat namun semenjak paruh kedua kualitas ceritanya semakin menurun. Melihat linimasa di media sosial, tidak sedikit penonton serial ini menjadikan sang penulis skenario, Mari Okada sebagai kambing hitam yang mengakibatkan IBO mengakhiri kisahnya dengan kekurangan di sana sini.

Nama Mari Okada sendiri cukup tenar dikalangan penggemar anime, tidak sedikit skenario anime yang sudah ia tangani. Beberapa diantaranya mengundang decak kagum tapi tidak sedikit juga yang megundang kekecewaan penonton.

Tapi menuduh Okada sebagai penyebab ‘berantakannya’ IBO tidaklah tepat, karena pada kenyataan skenario cerita IBO tentunya bukan murni seluruhnya tanggung jawab dirinya. Beberapa staf lain ikut terlibat, yaitu: produser yang menangani proyek, sutradara yang mereka tunjuk, dan setidaknya satu staf penulis inti.

Produser IBO Masakazu Ogawa pertama kali mengundang Tatsuyuki Nagai untuk bergabung ke proyek tersebut sekitar tahun 2009, saat itu Nagai tengah menangani anime To Aru Kagaku no Railgun. Kemudian pada awal tahun 2014, Nagai mulai meminta bantuan Okada. Karenanya, kemunginan besar banyak elemen cerita – seperti cedera Mikazuki, ‘cinta segitiga’ Atra dan Kudelia – sudah ada jauh sebelum Okada ambil bagian dalam cerita IBO.

Ogawa bukanlah nama baru di Sunrise, dia sudah mulai terlibat dalam produksi serial ini semenjak Gundam Seed Destiny di pertengahan tahun 2000-an. Nagai dan Okada direkrut untuk membawa angin segar ke serial yang bisa dibilang cukup sepuh ini.

Meski Ogawa adalah staf yang paling berpengalaman soal per-Gundam-an tapi dalam sebuah wawancara Nagai pernah mengungkapkan bahwa dirinya adalah penggemar serial ini dan tidak pernah kelewatan menyaksikan serial ini semenjak Mobile Suit Zeta Gundam tayang di tahun 1985. Sedangkan Okada sendiri pernah menyatakan bahwa dia hanya mengorganisir cerita sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh Nagai.

Tentunya, hal tersebut tidak mengurangi tanggung jawab Okada untuk beberapa elemen, atau aspek lainnya dari serial ini yang kurang memuaskan bagi penggemar. Meskipun latar dunia dan tema IBO sudah diputuskan jauh sebelum dia bertugas, sebagai penulis skenario utama, dia adalah anggota tim penting yang menangani sisa cerita saat pengembangan dan pembuatan naskah.

Dalam wawancara sebelum season 2 dimulai Okada dan Nagai mengungkapkan bahwa mereka menghadiri sesi pengambilan suara, dan hasil pengamatan yang mereka lakukan mempengaruhi beberapa sifat karakter dan cerita. Contohnya, penampilan Yuma Uchida sebagai Ein mendorong mereka mengarahkan karakter ini ke arah yang berbeda dan menambah keterlibatannya dalam plot cerita.

Jadi, siapa yang bertanggung jawab untuk apa? Dalam kasus IBO, Ogawa dan Nagai bergabung dalam proyek ini sedari awal sekitar tahun 2009 hingga 2010, selanjutnya mangaka Yuu Itou bergabung untuk membuat desain karakter orisinal. Proyek ini sempat dikesampingkan menyusul tayangnya Gundam Age, sebelum dimulai kembali pada tahun 2014 setelah Nagai selesai menangani serial Railgun.

Pada tahun tersebut sang Sutradara meminta masukan Okada untuk mengeksekusi apa yang ingin ia capai. Ketika Okada dikonfirmasi sebagai penulis skenario, Hajime Kamoshida juga bergabung ke dalam tim untuk mengembangkan istilah resmi untuk latar mekanik dan sejarah serial ini. Sehingga, setidaknya ada empat hingga lima orang yang terlibat dalam pembuatan cerita semenjak tahun 2014.

Fakta lainnya lagi, akhir cerita sebuah anime, umumnya sudah ditetapkan bahkan sebelum penulis skenario mulai membuat skenario episode pertama. Meskipun banyak detail – seperti kapan sebuah karakter meninggal – masih mungkin dimodifikasi. Sewaktu-waktu, seperti yang diungkapkan oleh Takahiro Sakurai (McGillis) dan Masaya Matsukaze (Gaelio) pada wawancara Season pertama, informasi mengenai kematian karakter bisa diungkapkan pada saat audisi seiyuu digelar.

Tidak hanya itu, untuk serial panjang seperti IBO tidak kurang dari tujuh orang penulis skenario lainnya ikut membantu Okada yang bertugas sebagai penulis skenario utama. Bahkan setelah sebuah skenario disetujui, dialog karakter dapat diubah saat tahapan storyboard, bahkan di studio rekaman seiyuu. Untuk garis besar cerita, siapapun yang berperan sebagai penulis skenario dapat mengajukan sebuah ide, mengakibatkan latar, karakter, dan cerita bisa disesuaikan saat sebuah skenario tengah ditulis.

Secara sederhana, sebelum ada yang mengakui siapa menulis apa dalam sebuah wawancara, hampir mustahil mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam sebuah adegan di IBO.



Penulis skenario adegan ini harus dikasih piala, btw.

Pada akhirnya Gundam Iron Blooded Orphans bukanlah Gundam karya Mari Okada dan lebih cocok disebut sebagai Gundam karya Nagai. Namun, lebih tepat lagi bahwa seperti tokoh utama serial ini yang bukan Mika atau Orga, melainkan Tekkadan, segala kekurangan di IBO menjadi tanggung jawab seluruh staf yang menangani produksinya.

Sumber: Wavemotioncannon