Bar, Geisha dan Sisi Lain Asakusa di Malam Hari

Saat ini Asakusa mungkin dikenal sebagai salah satu tempat favorit wisatawan berkat Kuil Sensoji, tapi tahukah kamu bahwa tempat ini dulu erat sekali dengan hiburan malam?

Jauh sebelum menjadi destinasi wisata seperti sekarang Asakusa menyajikan gemerlap hiburan malam mulai dari restoran, rumah prostitusi, kabaret, penari telanjang dan tempat berkumpul berbagai macam penipu, pencuri, aktordan penggemarnya.

Tidak jarang juga kamu bisa menemukan geisha, musisi, penari dan penghibur jalanan berkeliaran di jalanan Asakusa siang dan malam.

Namun, semenjak jatuhnya bom atom di bulan April 1945, seperti kebanyakan daerah di Tokyo, Asakusa juga terkena dampaknya. Semenjak kota tersebut bangkit kembali, daerah barat dimana banyak terdapat kediaman samurai dan tuannya pada era edo dibangun secara pesat, tanpa henti.

asakusa di malam hari

Semenjak tahun 1950 hingga sekarang, bar dan kelab malam berpindah tempat ke Ginza, Roppongi, Shibuya dan Shinjuku. Teater, Kabuki, dan Bioskop menyebar ke seluruh Tokyo dan pukulan terakhir datang dalam bentuk pelarangan prostitusi.

Yang berhasil bertahan di Asakusa hanyalah Sensoji, sebuah institusi Tokyo, dan tengara berupa gerbang Kaminarimon.

Kehidupan Malam di Asakusa Saat Ini

Di permukaan, begitu malam tiba Asakusa memang seakan ‘mati’. Sensoji tutup jam 5 sore dan Nakamise Dori, pasar suvenir dan paling sibuk sepanjang 250 meter di Jepang ini tutup pada pukul 7 Malam. Menyisakan jalanan yang sunyi dan senyap.

Namun kalau kamu melihat lebih dalam, penduduk sekitar ternyata masih belum tidur: setidaknya masih ada 5 jam hingga pukul 12 malam untuk menikmati kehidupan malam di Asakusa.

Kamiya Bar

Terletak tidak jauh dari Kaminarimon, bar ini dikatakan sebagai bar bergaya barat pertama di Tokyo. Kamiya Bar merupakan tempat yang cocok apabila kamu ingin bercengkrama dengan penduduk lokal dan menikmati rasa tahun 1920-an lewat minuman spesial “Denkibran” atau “Brandi Elektrik”, campuran antara Brandi, Gin, Wine dan rasa pahit yang dapat menyengat kepalamu super cepat.

Daimasu Triplets

Bar Sake ini juga berada persis di samping Kaminarimon. Terdapat juga wine bar Daimasu dan juga bar untuk bir yang terletak tidak jauh di sebelah barat. Seperti kebanyakan tempat di Jepang, kamu dapat minum-minum sembari menikmati makanan.

Samboa

Untuk kamu yang gemar minum whisky, telusuri Tanuki Dori sedikit lebih dalam. Disini, kamu akan menemukan salah satu bar whisky terbaik di Jepang, Samboa. Meskipun sedikit mahal, mereka sangat menekankan detil dan kualitas yang bahkan bisa menyaingi bar luar negeri sekalipun.

Bahkan mereka membuat sendiri es mereka dari salju, luar biasa bening. Samboa memiliki koleksi whisky yang seakan tiada habisnya untuk menghabiskan malammu.

Taman Izakaya Asakusa

Asakusa juga dipenuhi beragam Izakaya, kedai Jepang yang menyajikan beragam makanan dan minuman. Watami atau Tsubohachi yang berada di sekitar Kaminarimon adalah dua waralaba Izakaya yang cukup terkenal.

Tapi kalau kamu ingin sedikit berbeda, kamu bisa menuju daerah Koenchi, sebelah barat Sensoji untuk mencoba Izakaya yang lebih kasual. Kasual disini berarti, mereka memiliki meja panjang dan terkadang menggunakan kerat bir sebagai pengganti kursi.

Jangan khawatir, staf disini sama ramahnya dengan pelayan restoran di Jepang pada umumnya, tapi berisik, dan begitu juga pengunjungnya: bersiaplah untuk berkenalan dengan orang baru yang umumnya adalah kuli yang menghabiskan harinya dengan mabuk-mabukan.

Tips memilih izakaya? Carilah yang menurutmu menarik – atau biarkan para pegawai toko menarikmu- mulai duduk dan memesan menu. Bingung dengan menu yang penuh bahasa Jepang? Jangan ragu untuk mengucapkan “toriazeu biru” – segelas bir dulu.

Geisha di Asakusa

Geisha tetap menjadi bagian dari Asakusa, meskipun tidak sebanyak dipromosikan oleh Kyoto. Meskipun sedikit sulit khususnya untuk kamu yang tidak bahasa Jepang, terdapat beberapa restoran yang bekerja sama dengan agensi Geisha.

Jika kamu hanya ingin melihat mereka, dan mengambil foto, datangi Asakusa Kenban yang terletak tidak jauh dari Sensoji. Atau coba hadiri festival yang diadakan di Asakusa: Hampir selalu ada penampilan publik Geisha disana.

Sumber: Tokyonightowl