Hanya 21% Guru di Kyoto Yang Lulus Uji Kompetensi Bahasa Inggris

Pemerintah Jepang tengah giat untuk meningkatkan standar kemampuan bahasa inggris penduduk negaranya, mengingat akan banyaknya pengunjung asing yang akan datang dikarenakan Olimpiade 2020 yang akan digelar di Tokyo.

Di Jepang, pendidikan bahasa asing mulai diajarkan pada kelas 5 dan 6. Kementerian Pendidikan Jepang berencana untuk memajukannya menjadi kelas 3, dimana awalnya mereka akan diajarkan untuk bermain dengan Bahasa Inggris baru setelahnya diajarkan secara lebih teknis dan mendapatkan ujian.

Agar program tersebut sukses, Kota Kyoto mencoba untuk menguji 74 guru bahasa Inggris SMP mereka dengan tes TOEIC, standar kompetensi internasional untuk kemampuan komunikasi bahasa inggris.

Sayangnya, hanya 16 guru yang bisa mencapai skor 730 dari 990 yang diharapkan oleh Dewan Pendidikan Kyoto, sekedar catatan nilai tersebut dibutuhkan untuk lingkungan bisnis dan kerja internasional. Mirisnya lagi, 14 guru bahkan tidak mampu mencapai skor 500 dan skor terendahnya adalah 280, setara rata-rata dari murid yang mereka ajar.

guru di kyoto

Olimpiade masih 3 tahun lagi dan mereka masih punya waktu untuk mempersiapkannya. Namun, mengingat para guru saja kesulitan untuk memenuhi standar kualitas, sepertinya Jepang membutuhkan metode atau ide baru untuk memperbaiki sistem edukasi bahasa asing mereka.

Sumber: Japantoday