Ini Alasan Kualitas Anime Menurun Setelah 2 Episode Pertama

Xin Wang adalah sutradara Hitori no Shita: The Outcast. Meskipun diadaptasi dari manhua terkenal, serial ini tidak begitu laku lantaran kualitas anime yang rendah dan jadwal produksi yang berantakan.

Dalam wawancara beberapa bulan lalu Wang mengungkapkan bahwa masalah terbesar yang dihadapinya adalah adanya perbedaan gaya produksi studio animasi Jepang dan China. Wang mengungkapkan betapa tidak efisiesnya cara kerja studio animasi Jepang.

“(Studio animasi) Jepang memiliki sistem alur kerja ketat yang sangat berbeda dengan China. Karena alasan sejarah, studio animasi China umumnya dipengaruhi oleh proses produksi barat yang lebih sederhana. Sebaliknya proses di Jepang sangatlah rumit. Mereka berusaha memaksimalkan setiap detil dan semua orang dalam proses. Jika salah satu tahapan produksi terganggu, seluruh proses akan berhenti.”

Wang mengakui bahwa proses tersebut fantastis ketika semuanya berjalan lancar dan seluruh staf bisa mengerjakan tugasnya sesuai waktu dan kualitas. Namun mereka sangatlah tidak fleksibel. Semua orang harus menyelesaikan tahap pertama sebelum berlanjut ke tahap kedua.

kualitas anime

Berbeda dengan di Jepang, proses kerja di studio animasi China lebih paralel. Banyak hal yang bisa dikerjakan bersamaan. Beberapa pekerjaan bisa dioper ke tahap berikutnya setelah tahap sebelumnya selesai hingga 20%. Namun di Jepang, tahapan sebelumnya harus selesai terlebih dahulu sebelum dioper ke tahap berikutnya. Mengakibatkan mereka kehilangan banyak waktu hanya untuk menunggu.

Proses produksi tersebut menjadi penyebab menurunnya kualitas anime seiring berjalannya waktu.

“Saat ini, masalah terbesar di anime Jepang adalah dua episode pertama sebuah serial baru memiliki kualitas bagus, namun kualitasnya akan mulai menurun mulai episode tiga hingga akhir,” ujar Wang

Hal ini disebabkan di dua episode pertama mereka memiliki banyak waktu, sehingga mereka mampu membuat semuanya begitu mendetil. Namun, ketika waktu mereka semakin sedikit seiring berjalannya episode, kualitasnya mulai menurun. Kebanyakan episode anime masih dikerjakan bahkan hingga hari penayangan episode tersebut. Tidak heran mengapa kita seringkali mendengar masalah dalam proses produksi anime.

Xin Wang mengungkapkan bahwa memang studio animasi Jepang ingin berubah, namun apa yang bisa mereka rubah sangatlah terubah. Hal ini menyebabkan banyaknya masalah ketika pihak China berkolaborasi dengan mereka. Seiring dengan banyaknya kolaborasi dengan pihak luar, mungkin inilah saatnya proses produksi anime berubah menjadi lebih efisien.

Sumber: Goboiano