Beredar Hoax Kementerian Pendidikan Melarang Anime dan Game

Para wibu Indonesia belakangan dihebohkan oleh himbauan dari Kementerian Pendidikan melarang anime dan game, tapi tenang saja himbauan tersebut ternyata hanyalah hoax belaka. Apakah kamu salah satu korbannya?

Halaman facebook bernama Kementrian Pendidikan & Kebudayaan Republik lndonesia tersebut mengeluarkan himbauan larangan menonton anime dan game sebagai berikut

Hoax Kementerian Pendidikan Melarang Anime

HIMBAUAN
Larangan untuk bermain game & menonton kartun jepang (anime).
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan psikologis pada pelajar. Seperti yang kita ketahui, telah banyak game yang memasukkan unsur-unsur kekerasan dalam setiap aksinya. Tak jarang pula, game tersebut menampilkan adegan tidak senonoh seperti adegan seksual. Hal itu tentu dapat menyebabkan gangguan psikologis seorang pelajar. Oleh karena itu, kami dari tim Kementrian Pendidikan & Kebudayaan membuat kebijakan untuk MEMBLOKIR GAME & SEGALA JENIS TONTONAN ILEGAL termasuk kartun jepang (anime)
Pemblokiran kartun jepang (anime) dilakukan untuk mencegah perilaku menyendiri anak-anak atau remaja. Pemblokiran ini juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan kecintaan pada budaya lokal. Kartun Jepang sendiri juga memiliki hal-hal negatif seperti pernikahan dini, percintaan dini, unsur percintaan yang berlebihan, dan hal-hal negatif lainnya yang bersangkutan dengan moral.
Daftar Video Game yang akan kami blokir adalah sebagai berikut :
– GTA V (Berindikasi Kekerasan + Adegan Seksual).
– Watchdog (Kriminalitas).
– Dota 2 (Perperangan Antar Kelompok).
– Clash Of Clans (Perperangan Antar Kelompok).
– Point Blank (Perperangan).
– Dragon Nest (Pertarungan).
– Closers Online.
– Perfect World Indonesia.
– Dan Video Game lainnya yang memiliki konten negatif.
Untuk situs pengaduan pengunduhan kartun jepang (anime) anda dapat melaporkannya ke :
https://www.lapor.go.id/
http://trustpositif.kominfo.go.id/

Hingga kini artikel tersebut telah mendapat reaksi lebih dari 3.000 orang dan disebarkan lebih dari 5000 kali.

Bila para wibu lebih teliti sebenarnya page tersebut hanya mengaku-ngaku sebagai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia , karena menurut halaman website Kemdikbud.go.id dituliskan bahwa halaman facebook resmi dari Kemdikbud adalah kemdikbud.RI.

Hingga saat ini, page asli tersebut belum pernah mengeluarkan himbauan bahwa kementerian pendidikan melarang anime dan game, dan mungkin tidak akan pernah. Jadi wibu yang lebih teliti ya bro!