Apakah Aksi Yagami Light di Death Note Bisa Diproses Hukum Jepang

Mungkinkan Light benar-benar bisa diproses mengikuti kaidah hukum di Jepang? Ini tanggapan seorang pengacara.

death-note

Mekanisme Death Note sangatlah mudah, kamu cukup menulis nama seseorang di buku dan dia akan mati. Memang di serialnya L menemukan koneksi antara Yagami Light dengan Death Note. Namun, mungkinkah aksi Light diproses hukum?

Charapedia mewawancarai pengacara Jepang, Yoshiyuki Iwasa untuk membahasnya dan inilah hasil wawancaranya.

Menurut hukum jepang saat ini, mungkinkah pembunuhan masal tersebut dihukum? Apabila seorang kriminal mengaku bahwa “Aku menulis namanya di buku dan mengakibatkan dia mati” bisa menjadi bukti yang cukup?

Pembunuhan di Death Note disebabkan oleh bahaya ketika menulis nama seseorang di buku, yang dapat menyebabkan kematian. Namun, secara umum, tindakan menulis nama seseorang pada buku bukanlah tindakan berbahaya yang akan mengakibatkan kematian seseorang. Hakim tidak akan mengakui bahwa seseorang telah meninggal hanya karena namanya tertulis di sebuah buku.

Tentu saja, Anda dapat mencoba untuk membuktikannya dan menulis nama seseorang, tapi orang tersebut juga akan mati. Selain itu, mengenai pengakuan terpidana menjadi bukti pembunuhan. Menurut Pasal 319 dari KUHAP (Hukum Acara Pidana) yang menyatakan bahwa “terdakwa tidak dihukum jikga pengakuan itu adalah satu-satunya bukti yang merugikan dirinya sendiri, meskipun pengakuan tersebut dilakukan di ruang sidang,” bahkan jika ia mengakui melakukan pembunuhan, dia tidak bisa dinyatakan bersalah.

Jadi, sebagai contoh, jika aku menulis nama seseorang di buku biasa, dan dia meninggal beberapa hari kemudian, seberapa besar kemungkinan aku akan dihukum?

Tidak ada. Menulis nama seseorang dalam buku biasa bukanlah tindakan yang berbahaya dan kematian orang tersebut beberapa hari kemudian tidak menjadikannya penyebab langsung kematian.

death-note-smug

Tanpa membertimbangkan Death Note, bagaimana dengan tindakan seperti mengutuk atau mencuci otak? Mungkinkah hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran hukum?

Untuk kutukan, akan sulit untuk membuktikan pembunuhan karena sulit untuk membuktikan adanya hubungan antara tindakan dan kematian seseorang seperti yang dijelaskan sebelumya. Pada sisi lain, dalam kasus pencucian otak, ada kemungkinan bahwa tuduhan pembunuhan bisa diterapkan. Pada beberapa pengadilan terdahulu, ada kasus dimana korban terhasut untuk melakukan bunuh diri karena kekerasan atau tekanan psikologis lainnya dan menjadikan hal tersebut penyebab tidak langsung pembunuhan. Tindakan kriminal tersebut bisa dihukum dan tetap bisa dieksekusi sekalipun seseorang memanfaatkan orang lain (termasuk korban) untuk melakukan tindakan (pembunuhan atau bunuh diri) meskipun tanpa melakukan tindakan langsung.

Pada akhirnya, apabila kasus kriminal seperti Death Note benar-benar terjadi, bagaimana cara kita menangkapnya dengan hukum di Jepang saat ini?

Akan kembali pada dua hal – dampak bahaya sebuah tindakan dan penyebab. Sulit untuk menghakimi pembunuhan oleh Death Note sebagai kejahatan kecuali terbukti adanya kaitan antara tindakan dan kematian. Apabila hal tersebut bisa dibuktikan, tidak perlu membuat undang-undang baru.

Jadi, simpelnya, tindakan pembunuhan tentunya tidak diperbolehkan secara hukum (cukup jelas), tapi hampir mustahil membuktikan hubungan langsung antara tindakan Yagami Light dengan kematian seseorang, apalagi dia tidak disana ketika seseorang meninggal.

Dan jika tidak bisa terbukti bahwa dia benar-benar melakukannya, bahkan jika dia mengakui perbuatannya, dan pengakuannya tersebut menjadi satu-satunya bukti, maka…

Yagami Light tidak bisa dihukum dan dinyatakan bersalah.

yagami light smug

Sumber: Honeyfeed