Masa Depan Anime Jepang Ada di China

Investasi sebesar 1,25 Trilyun Rupiah menandakan bahwa hal itu sangat mungkin terjadi.

anime jepang thermae-romae

Studio anime Jepang DLE Inc (Eagle Talon, Thermae Romae) dan perusahaan film asal China Shanghai Griffin Film Corporation bekerjasama untuk membuat dana investasi anime.

Kedua perusahaan menginvestasikan 10 Milyar Yen (~1,25 Trilyun Rupiah) untuk dana investasi anime China-Jepang. Sebagai gambaran, anime sepanjang 13 episode membutuhkan budget sekitar 15 hingga 26 Milyar Rupiah. Yang berarti, dana yang diinvestasikan oleh keduanya dapat memproduksi lebih dari 50 serial anime.

Kerjasama untuk masuk ke pasar China sembari mencari talenta.

China adalah pasar film terbesar kedua di dunia dan merupakan pasar utama bagi industri anime. Pada tahun 2015 Asosiasi Animasi Jepang mengabarkan bahwa industri anime membuat lebih banyak uang dari situs streaming legal di China ketimbang penayangan tv dan streaming di Jepang.

Bahkan dikabarkan anime Re:Zero ditonton lebih dari 100 Juta kali pada situs streaming anime legal Bilibi. Sedangkan anime tersebut hanya ditonton 23 Juta kali secara ilegal.

Pasar anime China diprediksi mencapai 483 Trilyun Rupiah pada tahun 2015.

Nilai tersebut lebih besar dua kali lipat dibandingkan dengan pasar anime di Jepang. Bahkan diprediksi nilai tersebut masih akan bertumbuh hingga di atas 500 Trilyun Rupiah pada tahun-tahun berikut.

Sumber: Goboiano